Penting! Larangan Mudik Harus Dibarengi Pembatasan Mobilitas

Relawan melakukan sosialisasi protokol kesehatan di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, Kamis (26/11/2020). Sosialisasi tersebut sebagai upaya untuk membantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat guna mencegah penyebaran wabah COVID-19. ANTARA FOTO/Maulana Surya/nz.
banner 500x500

 

Hajinews.id – Pemerintah kuatkan kebijakan larangan mudik untuk menekan penyebaran Covid-19. Pakar Epidemiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Riris Andono Ahmad meminta kebijakan larangan mudik Lebaran agar diikuti dengan pembatasan mobilitas. Langkah tersebut perlu dilakukan agar lebih efektif untuk menekan penyebaran Covid-19.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

“Ada mudik atau tidak, peluang penyebaran Virus Corona sangat besar ketika tidak ada pembatasan mobilitas penduduk,” kata Riris Andono Ahmad, Jumat (23/4/2021).

Kebijakan larangan mudik, akan efektif jika dilakukan sejak awal pandemi. Sebab saat ini transmisi telah terjadi di hampir seluruh kota besar di Indonesia. Hal ini menjadikan potensi penularan Covid-19 semakin tinggi yang memicu penambahan kasus baaru.

Saat Lebaran, mobilitas masyarakat cenderung tinggi. Banyak yang memanfaatkan momen ini untuk silaturahim atau halal bihalal. Selain itu selama libur Lebaran banyak yang melakukan wisata dan aktivitas lainnya yang menimbulkan kerumunan.

“Bukan berarti lalu mudik tidak mudik tidak ada efeknya. Ada efeknya, tetapi mudik dilarang pun kalau mobilitas tidak dilarang maka peningkatan kasus itu jadi sebuah keniscayaan,” kata Direktur Pusat Kajian Kedokteran Tropis UGM ini.

Adaptasi kebiasaan baru dalam menghadapi Covid-19 dengan memberlakukan pengetatan dan pelonggaran mobilitas masyarakat. Pemerintah harus tegas dan konsisten dalam menegakkan peraturan. Begitu juga masyarakat harus sadar mengurangi mobilitas agar penyebaran Covid-19 tidak semakin meluas.

“Kuncinya tahu kapan mengetatkan, kapan melonggarkan dan pembatasan seperti apa yang harus dilakukan,” katanya.

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Komentar