Perubahan Tak Menunggu Tahun 2024

Perubahan Tak Menunggu Tahun 2024
ilustrasi: perubahan


banner 500x500

Oleh : Ahmad Khozinudin, Sastrawan Politik

Hajinews – Umat selama ini dijejali teori perubahan dalam demokrasi yang diulang-ulang seperti mantra sihir. Misalnya, kalau ada pemimpin yang gagal, partai yang culas, penguasa yang korup, selalu dihembuskan mantra semua itu karena kesalahan memilih pemimpin.

Bacaan Lainnya

banner 800x800

banner 400x400

Selanjutnya, umat di hipnotis dengan mimpi perubahan dengan Pemilu dan Pilpres. Diminta untuk menunggu, hingga saat Pilpres tiba agar terjadi perubahan yang diinginkan.

Seperti tahun 2016, saat penguasa mendiamkan penistaan agama, menyebabkan banyak masalah bangsa, umat disihir agar melakukan perubahan tahun 2019 saat Pemilu dan Pilpres. Akibatnya, Umat disibukkan dengan Pilpres meskipun Presiden baru terpilih. Sampai akhirnya, saat pilpres umat di cipoa (dikadali).

Sudah amsyong, double kuadrat lagi. Dikhianati suaranya, dan diikuti dikhianati pemimpin yang dijagokan. Akhirnya, pasca Pilpres 2019 bukan perubahan yang didapatkan, tetapi kezaliman yang lebih menyakitkan.

Kini, jampi-jampi perubahan via demokrasi kembali dihembuskan. Umat disihir agar bersabar, menunggu 2024. Umat masih ditipu lagi, untuk menyodorkan calon pemimpin di tahun 2024. Padahal ? semua dalam kendali dan kekuasaan oligarki.

Jadi, perubahan itu tak harus menunggu 2024, tak harus menunggu Pilpres. Dengan dakwah, perubahan bisa terjadi kapanpun, atas izin dan pertolongan Allah SWT. Yang lebih penting, bukan sekedar perubahan rezim tetapi juga sistem.

Karena itu, dakwah Khilafah musti digencarkan, tak usah menunggu Pilpres. Boleh jadi, Khilafah lebih cepat datang ketimbang datangnya musim Pilpres.

Dakwah harus sampai kepada seluruh elemen umat, tanpa terkecuali. Ulama, Militer, Polisi, pengusaha, akademisi, aktivis, pemuda, mahasiswa, buruh, petani, nelayan, semuanya.

Dakwah harus membangkitkan, kemarahan dan kerinduan. Kemarahan pada sistem kufur dan kerinduan kepada sistem Islam.

Dakwah harus mampu menantang dan menelanjangi, seluruh ide-ide kufur baik sosialisme komunisme maupun kapitalisme demokrasi. Semua harus dijelaskan kebobrokannya, baik dari aspek fakta maupun secara syar’i.

Selanjutnya, himpun semua kekuatan untuk bersatu menegakkan sistem Islam, yakni Khilafah. Insyaallah, kembalinya Khilafah adalah sesuatu yang pasti, hanya soal waktu saja yang perlu sabar menyongsongnya dengan amalan perjuangan.

Facebook Comments
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *