Hikmah Malam : Efek Dahsyat Bagi Rumah yang Sering Dibacakan Al Qur’an

manfaat alquran,riset alquran,membaca alquran


banner 500x500

 

Hajinews.id – Bulan suci Ramadhan, mengisi waktu luang di rumah dengan membaca atau tadarus Al-Qur’an sangat dianjurkan. Selain mendapat pahala, ternyata membaca Al-Qur’an di rumah juga memiliki efek luar biasa pada tempat tinggal kita. Seperti apa dampaknya?
Ceramah Ustadz Abdullah Zaen, Lc, MA yang ditayangkan di chanel youtube yang diunggah Yufid TV menjelaskan tentang bagaimana efek Al-Qur’an kepada rumah kita. Berikut paparannya;

Bacaan Lainnya

banner 800x800

banner 400x400

Sebagai kitab Al-Qur’an bukan hanya memberikan efek kepada kita manusia sebagai makhluk hidup , tetapi Al-Qur’an juga memberikan efek kepada benda mati, seperti rumah misalnya. Hal itu diisyaratkan oleh seorang sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yakni Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu.

Dalam sebuah atsar yang diriwayatkan oleh Imam Ad-Darimi, dan atsar ini dinilai shahih oleh Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani Rahimahullah, Abu Hurairah radhiyallahu ‘Anhu berkata:

إِنَّ الْبَيْتَ لَيَتَّسِعُ عَلَى أَهْلِهِ وَتَحْضُرُهُ الْمَلَائِكَةُ وَتَهْجُرُهُ الشَّيَاطِينُ وَيَكْثُرُ خَيْرُهُ أَنْ يُقْرَأَ فِيهِ الْقُرْآنُ

“Rumah yang dibacakan Al-Qur’an, (1) akan terasa luas bagi penghuninya, (2) dan akan dihadiri/dipenuhi oleh para malaikat, (3) setan akan pergi meninggalkan rumah tersebut, (4) dan akan banyak kebaikan dalam rumah tersebut.”

وَإِنَّ الْبَيْتَ لَيَضِيقُ عَلَى أَهْلِهِ وَتَهْجُرُهُ الْمَلَائِكَةُ وَتَحْضُرُهُ الشَّيَاطِينُ وَيَقِلُّ خَيْرُهُ أَنْ لَا يُقْرَأَ فِيهِ الْقُرْآنُ

“Rumah yang tidak dibacakan Al-Qur’an, (1) akan terasa sempit bagi penghuninya, (2) akan ditinggalkan oleh malaikat, (3) akan dihadiri oleh setan, (4) akan sedikit kebaikannya.”

Saat ini banyak orang merasa tidak nyaman tinggal di rumah, tidak betah di rumah, padahal rumahnya bagus, mewah, dan megah. Al-Qur’an membuat efek rumah terasa luas walaupun mungkin rumahnya itu kecil. Salah satu faktor yang mempengaruhi luas atau sempit adalah perasaan. Ketika orang merasa nyaman, walaupun sempit akan terasa luas.

Perasaan ada di hati, dan hati dikuasai oleh Allah. Sehingga orang-orang yang hidupnya berada di rumah-rumah yang mungkin sangat sederhana, ketika dia rajin membaca Al-Qur’an, maka rumah akan terasa luas, tidak terasa sumpek.

Apalagi rumah-rumah itu didatangi oleh malaikat. Dan malaikat itu rata-rata membawa kebaikan. Apalagi malaikat pembawa rahmat. Asyiknya lagi, setan-setannya pada menyingkir.

Lihat ya, dibacakan Al-Qur’an, bukan ditempeli Al-Qur’an. Ada sebagian orang mengganggap bahwa untuk mengusir setan maka ditempeli ayat kursi di setiap kamar. Padahal tergantung Anda membaca atau tidak Ayat Kursi di rumah?

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata, “Dan kebaikan yang ada di rumah itu akan banyak.” Di sini tidak disebutkan kebaikan dalam hal apa, berarti semuanya. Kebaikan anak-anaknya, kebaikan istrinya, kebaikan suaminya, kebaikan pembantunya, kebaikan rezekinya, kebaikan hubungan yang ada di dalamnya antara suami dengan istri, antara anak dengan orang tua, antara orang tua dengan anak, akan banyak kebaikannya.

Di sini Abu Hurairah tidak mengatakan “Akan baik kebaikan dalam bidang A,” bukan. Hanya dikatakan bahwa kebaikannya akan banyak, dalam segala hal.

Sebaliknya, rumah yang tidak dibacakan Al-Qur’an di dalamnya, orang-orang kalau disuruh baca Al-Qur’an males, kebanyakan alasan, didatangi setan, malaikatnya pergi. Maka di dalam rumah itu bawaannya marah, gelisah, tidak nyaman, itu indikator suatu rumah dipenuhi oleh setan.

Cuma kesenggol dikit marah, istri bikin kopi agak pahit sedikit marah-marah, gampang banget terpancing emosinya. Bisa jadi memang rumahnya banyak setannya. Sudah banyak setannya malah mengundang dukun, bukan itu solusinya. Kalau rumah banyak setannya, maka solusinya dibacakan Al-Qur’an.

“Dan akan sedikit kebaikan di rumah itu.” Makna sedikit di sini tidak mesti dalam bentuk materi. Mungkin materi atau uangnya banyak, tapi manfaat kebaikan dari uang itu sedikit. Duitnya banyak tapi tidak pernah sedekah, duitnya banyak tapi tidak pernah kurban, duitnya banyak tapi tidak pernah haji, tidak pernah umrah, duitnya banyak tetapi ternyata digunakan anaknya untuk narkoba, duitnya banyak tapi dihabiskan istrinya untuk membeli hal-hal yang tidak bermanfaat. Na’udzubillahi min dzalik.

Facebook Comments
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *