Marah dengan Cara yang Baik Menurut Islam

Marah dengan Cara yang Baik Menurut Islam
ilustrasi: marah/unsplash


banner 500x500

banner 800x800





HajinewsMarah dengan Cara yang Baik Menurut Islam. Sebagian dari kita mungkin masih menilai bahwa orang yang kuat adalah orang yang mampu menang di dalam perkelahian. Itu merupakan sebuah pandangan beberapa orang.

Namun, dalam agama kita, orang yang kuat bukanlah orang yang mampu menang dalam sebuah perkelahian, melainkan adalah orang yang mampu menahan dirinya ketika dirinya sedang dilanda amarah.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Dari Abu Hurairah r.a, dari Rasulullah telah bersabda: “Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah.”

Jadi, ukuran kekuatan dalam agama Islam bukanlah diukur dari kekuatan fisik semata. Akan tetapi kekuatan di dalam Islam adalah ketika bagaimana seseorang dapat menahan diri ketika ia sedang marah.

Lantas apakah kita tidak boleh marah? Tentu boleh. Marah merupakan suatu hal yang sangat manusiawi. Namun sesuatu yang membedakan antara orang beriman dengan orang yang tidak beriman adalah, bagaimana dia mengatur amarahnya.

Dalam agama Islam, ada beberapa cara dalam mengatur kemarahan:

Pertama, dengan bersegeralah memohon perlindungan kepada Allah subhanahu wata’ala. Karena marah itu sumbernya dari adalah dari setan, maka kita harus bersegera meminta perlindungan dari Allah.

Kedua, tidak melampiaskan kemarahan dengan perkataan dan perbuatan. Ketika kita sedang marah lebih baik diam. Kita harus bisa menjaga lisan, menjaga tangan dan menjaga kaki.

Ketiga, ketika kita sedang marah berusalah untuk menjaga posisi kita. Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam sebuah hadis yang artinya: “kalau kalian marah maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah.”(HR. Ahmad).

Sebagian dari kita ada yang ketika sedang marah dalam posisi duduk malah berubah posisi menjadi berdiri, sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam, jika kita sedang marah maka duduklah.

Mari kita kondisikan diri agar dapat mengontrol amarah. Mudah-mudahan kita bisa menahan diri dari perbuatan amarah sehingga kita bisa menjadi manusia yang paling kuat. Terlebih pada bulan suci Ramadan. Amarah adalah salah satu hal yang dianjurkan untuk ditahan selama melaksanakan puasa. Semoga kita termasuk orang-orang yang Allah berikan kesabaran.

Sumber: kalamsindo

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *