Jika 2 Tokoh Ini Turun Tangan, Anies Baswedan Bisa Jadi Presiden

Anies Baswedan (Foto: ist)


banner 500x500

Jakarta, Hajinews.id – Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun mendadak merespons prediksi Indonesia Political Review (IPR) yang menyatakan bahwa Jusuf Kalla (JK) dan Surya Paloh akan berkolaborasi mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pilpres 2024. Hal tersebut diungkapkan pengamat politik ini lewat video di kanal YouTube Refly Harun.

Refly Harun blak-blakan mengatakan bukan hal yang tidak mungkin terkait JK dan Surya Paloh yang mungkin akan berkolaborasi mendukung Anies Baswedan pada Pilpres 2024. Pasalnya, Refly Harun menilai, hal itu karena Jk dan Surya paloh pernah dalam satu kapal yang sama, tetapi NasDem jangan lupa untuk mencari dukungan partai yang kursinya memenuhi.

Bacaan Lainnya

banner 800x800

banner 400x400

“Bukan tidak mungkin mereka mendukung Anies Baswedan untuk menjadi calon Presiden,” kata Refly Harun dikutip dari GenPI.co, Sabtu (17/4).

Namun, Refly Harun mengingatkan, agar NasDem jangan lupa, jika digabungkan dengan PKS, maka sesungguhnya masih kurang.

“Hal itu lantaran PKS 50 kursi, NasDem 59 kursi masih kurang 5 kursi baru 109 kursi, padahal dibutuhkan minimal 115 kursi, kecuali presidensial treshold dihilangkan,” jelas Refly Harun.

Refly Harun membeberkan, ini merupakan isu yang berkembang pesat dan diamati oleh pengamat politik serta merupakan pintu bagi Anies Baswedan untuk menjadi calon dari partai NasDem.

“Pintu bagi Anies Baswedan untuk menjadi calon dari partai NasDem merupakan kemungkinan besar yang akan dipilih, melalui konvensi partai NasDem yang mungkin akan digelar pada tahun 2022 hingga tahun 2023 awal,” ungkapnya.

Selanjutnya, Refly Harun menjelaskan, selain menetapkan calon Presiden yang potensial, NasDem harus bisa mengajak sedikitnya partai dengan basis kursi 56 untuk menjadi partner. Sayangnya PKS hanya 50 kursi dan yang memenuhi kriteria adalah PKB, tapi rasanya PKB tidak mungkin. Sementara Demokrat juga kurang karena hanya 54 kursi.

Menurut Refly Harun, yang cukup jika hanya Single Party hanyalah PKB, Gerindra, Golkar dan PDIP. Namun, tetapi rasanya tidak mungkin PDIP bergabung dengan NasDem untuk mengusung Anies Baswedan, walaupun memang tidak ada yang tidak mingkin dalam politik.

Refly Harun menerangkan, untuk konstelasi hari ini kondisinya masih sama, penilaian objektif itu tergantung persepsi masing–masing, yang terpenting dalam alam demokrasi harusnya kompetisi itu dibuka secara fair.

“Hal itu dimaksudkan agar bibit- bibit pemimpin bangsa bermunculan dan tidak di potong di awal sehingga tidak bisa berkontestasi,” pungkasnya.

Karena dalam politik tidak ada yang tak mungkin. Siapa pun bisa menjadi Presiden di 2024, termasuk Anies Baswedan.

Facebook Comments
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *