Hikmah Malam : 7 Surat Alquran yang dianjurkan dibaca selama bulan Ramadhan

Ilustrasi


banner 500x500

 

Hajinews.id – Selama bulan Ramadhan, umat Islam berlomba-lomba untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbaiki dirinya. Salah satu caranya membaca Alquran. Membaca Al-Qur’an selama Ramadhan menjadi penting karena pada bulan yang penuh berkah inilah Alquran diturunkan. Bahkan, bulan Ramadhan juga sering disebut sebagai bulannya Alquran.

Bacaan Lainnya

banner 800x800

banner 400x400

Allah SWT pun berfirman: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)” QS. (Al Baqarah: 185)

Dikutip dari brilio.net  inilah surat-surat dalam Alquran yang dianjurkan untuk dibaca selama bulan Ramadhan.

1. Surat Yunus ayat 58.

“Qul bifadlillaahi wa birahmatihii fa bizaalika falyafrahu, huwa khairum mimmaa yajma’un.”

Artinya:
Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”

Dalam ayat ini dapat dipahami bahwa umat Islam harus bersyukur terhadap nikmat yang telah diberikan Allah. Nikmat ini adalah rezeki yang terbaik dan umat muslim harus selalu bersyukur atas nasib, takdir, serta kenikmatan yang diterima masing-masing orang.

2. Surat Al-Baqarah ayat 185.

“Syahru ramadaanallazii unzila fiihil-qur’aanu hudal lin-naasi wa bayyinaatim minal-hudaa wal-furqaan, fa man syahida mingkumusy-syahra falyasum-h, wa mang kaana mariidan au ‘alaa safarin fa ‘iddatum min ayyaamin ukhar, yuriidullaahu bikumul-yusra wa laa yuriidu bikumul-‘usra wa litukmilul-‘iddata wa litukabbirullaaha ‘alaa maa hadaakum wa la’allakum tasykurun.”

Artinya:
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

Dalam surat ini dapat dipahami bahwa Alquran merupakan petunjuk yang utama bagi umat muslim dalam menjalani kehidupan. Dengan Alquran, manusia dapat membedakan antara perbuatan yang buruk dengan yang baik.

3. Surat Al Qadr.

“inn anzalnhu f lailatil-qadr”
“Wa m adrka m lailatul-qadr”
“Lailatul-qadri khairum min alfi syahr”
“Tanazzalul-mal`ikatu war-ru fh bi`ini rabbihim, ming kulli amr”
“Salmun hiya att mala’il-fajr”

Artinya:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

Surat ini cocok dibaca menjelang malam Lailatul Qadr yang dikenal memberikan banyak berkah bagi orang-orang yang menjalankan ibadah pada malam tersebut. Bahkan, mereka akan mendapat pahala yang lebih baik dibanding seribu bulan.

4. Surat Al-Baqarah ayat 201.

“Rabbana atina fiddunya hasanah, Wa fil akhiroti hasanah waqina ‘adzabannar.”

Artinya:
“Ya Allah, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari siksa neraka.”

Surat yang sering kali dibaca pada akhir doa ini juga harus tetap dibaca selama bulan suci Ramadhan. Fungsinya adalah menjauhkan dari siksa api neraka dan mendapatkan tempat terbaik di akhirat kelak.

5. Surat Al-Baqarah ayat 286.

Artinya:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”

Surat ini digunakan untuk meminta perlindungan dari Allah. Selain itu, dalam surat ini umat muslim dapat meminta supaya tidak diberi cobaan yang lebih berat dari kemampuan mereka.

6. Surat Ali Imran ayat 147.

“Rabbanagfir lan unban wa isrfan f amrin wa abbit aqdman wanurn ‘alal-qaumil-kfirn.”

Artinya:
“Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”

Surat ini berisi permohonan untuk diberi perlindungan oleh Allah. Selain itu, surat ini juga berfungsi untuk meminta ampunan dari Allah atas segala tindakan berdosa yang telah diperbuat dan diarahkan ke jalan yang lurus.

7. Surat Al-A’raf ayat 23.

“Rabban alamn anfusana wa il lam tagfir lan wa tar-amn lanaknanna minal-khsirn.”

Artinya:
“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”

Mirip seperti surat-surat yang sebelumnya, dalam surat Al-A’raf ayat 23 ini juga meminta ampunan dari Allah SWT atas perbuatan-perbuatan kurang baik yang dilakukan hambanya selama hidup di dunia.

 

Facebook Comments
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *