Peringatan BMKG: Dunia Penerbangan Waspadai Awan Cumulonimbus Besar Di NTT Hingga 11 April

banner 500x500

banner 800x800

Hajinews – Cuaca ekstrem yang dipicu Siklon Tropis Seroja memicu bencana banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah daerah di NTT.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, sejauh ini pengaruh Siklon Seroja semakin melemah atau menjauhi wilayah Indonesia. Dampaknya, intensitas hujan yang mengguyur NTT menurun dari sangat lebat menjadi sedang.

Bacaan Lainnya

banner 800x800

banner 400x400

Meski demikian, BMKG menyebut terdapat gumpalan awan cumulonimbus yang cukup besar dengan cakupan 50-70% di NTT dan selatan Jawa.

BMKG memprediksi gumpalan besar awan cumulonimbus itu terjadi hingga 11 April. Sehingga maskapai diminta waspada apabila ada penerbangan yang melintas NTT hingga 11 April.

“Untuk penerbangan, terutama ini di NTT masih (waspadai) cumulonimbus dengan cakupan 50-70 persen. Ini dapat mengganggu penerbangan, terjadi di selatan Jawa dan NTT,” ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam konpers virtual, Rabu (7/4).

“Kemudian yang lebih mengkhawatirkan kalau cakupan spasial 75 persen di sebagian NTT dan Nusa Tenggara. Artinya penerbangan di NTT masih diperlukan kewaspadaan sampai tanggal 11 April,” lanjutnya.

Sementara itu prakiraan cuaca di NTT, kata Dwikorita, secara umum berawan hingga hujan dengan intensitas ringan.

“Terlihat ada 12 kecamatan secara umum hujan ringan atau cerah berawan sampai Larantuka,” tutupnya. (dbs).

Facebook Comments
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *