Moeldoko Bisa Kudeta AHY, Syafril Sofyan: Rakyat Juga Bisa Ambil Alih Kekuasaan

banner 500x500

banner 800x800

Hajinews – Jagat perpolitikan Indonesia heboh. Pengambilalihan kepimpinan partai politik yang sah tanpa mengindahkan konstitusi alias AD/ART yang telah disahkan negara, dilakukan oleh pejabat tinggi pemerintahan, bukan anggota atau pengurus partai tersebut.

Gerakan ini sangat tepat dikatakan sebagai kudeta. Mengerahkan pasukan tak bertuan. Sewaan. Kerahkan amunisi. Mudah.
Demikian disampaikan pengamat kebijakan publik yang juga aktivis pergerakan 77-78, Syafril Sjofyan menanggapai gerakan secara sepihak yang diklaim sebagai Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Bacaan Lainnya

banner 800x800

banner 400x400

Menurut Syafril Sjofyan, cara ini jika berhasil akan menjadi pelajaran dan preseden burun. Dan di kemudian hari bisa menjadi kebiasaan bagi pemegang kekuasaan, siapapun nanti yang akan berkuasa.

“Untuk nanti bisa saja terjadi kepada PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Nasdem dan lainnya. Terlepas banyaknya partai di Indonesia dibangun secara olikargi atau garis kekeluargaan dan bisnis yang kental. Akibatnya beberapa kader merasa tidak puas sangat potensial untuk dijadikan bahan bakar perpecahan bagi masuknya kepentingan kekuasaan dari pejabat negara yang haus dan kurang bermoral,” tuturnya.

Syafril Sjofyan pun mengutip Yudi Latif yang menulis: “Rendahnya literasi moral membuat orang menghalalkan segala cara untuk meraih kedudukan. Sumpah dan keimanan disalahgunakan. Orang-orang berlomba mengkhianati sesama dan negaranya”.

Jelas Syafril Sjofyan, kebanyakan parpol di Indonesia yang dilahirkan dengan dasar ketokohan seorang, jika tokohnya tidak berkuasa atau tidak dekat dengan si pemegang kekuasaan, gampang diambil alih seperti dengan cara kudeta Sibolangit.

Tidak itu saja, pelajaran tersebut juga dapat dilakukan dalam melakukan kudeta terhadap pemerintahan yang berkuasa, tanpa perlu mengindahkan konstitusi.

“Disamping pelajaran kudeta Sibolangit, walaupun tidak ada korelasinya, kudeta Myanmar juga dapat dijadikan pelajaran. Cara mengambil alih suatu pemerintahan,” ucap Syafril Sjofyan.

“Silakan belajar. Siapa yang minat,” pungkas dia menambahkan. (dbs).

Facebook Comments
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *