Nabi Musa AS Menangis Saat Berjumpa Rasulullah SAW pada Waktu Mikraj ke Langit

Nabi Musa AS Menangis Saat Berjumpa Rasulullah SAW pada Waktu Mikraj ke Langit
ilustrasi: isra mi;raj
banner 500x500

banner 800x800

banner 800x800

Hajienews – Pada waktu mikraj Rasulullah Muhammad SAW, naik ke atas langit, Rasulullah berjumpa dengan para Nabi terdahulu, salah satunya adalah Rasulullah bertemu dengan Nabi Musa AS bin Imran, yang berada di langit ke enam.

Semua Nabi yang berjumpa dengan Rasulullah SAW, terlebih dahulu Rasulullah SAW mengucapkan salam untuk mereka, dan para Nabi-pun menjawab salam dari Rasulullah SAW, demikianlah adab Rasulullah SAW atas para Nabi terdahulu, diantara-nya adalah Nabi Musa AS.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Mikrajnya Rasulullah SAW naik ke atas langit ditemani oleh malaikat Jibril AS, pada tiap-tiap langit Rasulullah SAW, bertemu dengan para Nabi, diawali dari langit pertama Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Adam AS, di langit kedua Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Yahya bin Zakaria AS dan Nabi Isa bin Maryam AS.

Pada langit yang ketiga Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Yusuf AS, di langit keempat Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi IdrisAS, di langit kelima Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Harun bin ImranAS, di langit keenam Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Musa bin ImranAS, dan di langit ketujuh Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Ibrahim AS.

Dikutip dari berbagai sumber, dikisahkan bahwa saat Nabi Musa AS berjumpa dengan Rasulullah SAW, beliau menangis sendu, berbeda dengan para Nabi yang lain, hal ini dikarenakan Nabi Musa AS teringat atas perilaku umatnya.

Ketika Rasulullah SAW akan melanjutkan perjalanan naik ke langit yang ketujuh, tiba-tiba saja Nabi Musa AS menangis, Rasulullah SAW bertanya “Apa yang membuatmu menangis?”

kemudian Nabi Musa AS menjawab:

“Aku menangis, karena ada orang yang lebih muda diutus setelahku, tapi umatnya lebih banyak yang masuk surga daripada umatku,”

Syekh Badruddin Ahmad al-Aini menjelaskan, tentang kesedihan Nabi Musa AS dalam Kitabnya Umdtaul Qari, sebagai berikut:

وكان بكاؤه حزنا على قومه وقصور عددهم وعلى فوات الفضل العظيم منهم

Artinya: “Nabi Musa AS menangis karena ia merasa sedih atas umatnya. Jumlahnya lebih sedikit dibanding umat Rasulullah Muhammad SAW, dan keutamaan-nya kalah dengan umat Rasulullah Muhammad SAW“.

ويقال: لم يكن بكاء موسى حسدا، معاذ الله فان الحسد ذلك العالم منزوع عن أحاد المؤمنينه، فكيف من اصطفاه الله بل کان آسفا على ما فاته من الأجر الذي يترتب عليه رفع الدرجة بسبب ما وقع من أمته من كثرة المخالفة المقتضية لتنقيص أجورهم المستلزمة لتنقيص أجره، لأن لكل نبي مثل أجر كل من اتبعه، ولهذا كان من اتبعه في العدد دون من اتبع نبينا، مع طول مدتهم بالنسبة لمدة هذه الأمة

Artinya: “Diceritakan bahwa Nabi Musa AS menangis bukan karena hasad, hanya Allah tempat kami berlindung “pungkas Syekh”

Pada alam tersebut sudah tidak ada lagi sifat hasad bagi tiap-tiap Mukminin, terlebih lagi atas hamba pilihan Allah SWT. Nabi Musa AS hanya merasa menyesal, dikarenakan tidak bisa meraih pahala yang seharusnya bisa mengangkat derajat-nya di sisi Allah SWT.

Didalam kitab Fathul Mun’im Syarah Shahih Muslim juz 1 halaman 563, dikemukakan hal serupa dengan redaksi diatas, berikut kutipan-nya:

إن الله جعل الرحمة في قلوب الأنبياء أكثر مما جعل في قلوب غيرهم فلذلك بکی رحمة لأمته.

Artinya: “Sesungguhnya Allah SWT telah menjadikan sifat welas asih didalam hati para nabi-nya, melebihi yang Allah berikan kepada tiap-tiap hamba selain mereka. Oleh sebab itu, Nabi Musa AS menangis karena rasa sayang terhadap umatnya”.

Sumber: mantrasukabumi

 

 

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Komentar