KLB Segera Digelar, Pak SBY Jangan Kaget, Ada Nama Ibas Sebagai Kandidat

banner 500x500

banner 800x800

Hajinews – Mantan politisi Partai Demokrat Darmizal mengatakan bahwa Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat akan digelar pada Maret 2021 ini dengan mengagendakan pergantian Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), putera Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Bahkan, sejumlah nama yang beredar sebagai kandidat pengganti AHY pun mulai disebutkan seperti Hasnaeni Moein, Isran Noor, dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Bacaan Lainnya

banner 800x800

banner 400x400

“Ada Hasnaeni si wanita emas. Ada orang sebutkan, kader yang menyebutkan Edhie Baskoro Yudhoyono. Ada juga yang namanya Isran Noor. Disebut orang,” katanya seperti dilansir dari JPNN.com di Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Lanjutnya, ia mengatakan masuknya nama Ibas sebagai kandidat ketum bukan berniat untuk mengadu domba pihak keluarga Yudhoyono lantaran keduanya merupakan adik kakak. Ia menegaskan nama Ibas masuk sebagai kandidat ketum Demokrat karena merupakan usulan dari para kader.

“Kalau kami sebut Edhie Baskoro Yudhoyono katanya mengadu domba. Ini tidak (mengadu domba). Ingin menyampaikan pendapat orang. Pendapat kader kami sampaikan,” ungkap dia.

Namun, ia mengatakan kandidat terkuat yang akan menjadi Ketua Umum hasil KLB Demokrat adalah Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko.

“Mayoritas 99 persen itu menyebut, meminta, dan berharap Pak Moeldoko yang memimpin. Begitu,” ucapnya.

Sebelumnya, SBY dengan lantang menyebut nama Moeldoko sebagai dalang kudeta puteranya AHY dari pucuk pemimpin Partai Demokrat.

“Saya pribadi sangat yakin bahwa yang dilakukan oleh Moeldoko adalah di luar pengetahuan Presiden Jokowi,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (24/2/2021).

Menurutnya, apa yang dilakukan Moeldoko sejatinya telah merugikan dirinya sendiri karena bernafsu ingin menjadi Ketua Umum Partai Demokrat lalu melegalkan berbagai cara.

“Demokrat justru berpendapat apa yang dilakukan Moeldoko sangat mengganggu dan merugikan nama baik beliau,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, salah satu pendiri Partai Demokrat Hencky Luntungan mengklaim bahwa persiapan kongres luar biasa (KLB) sudah mencapai 80 persen. Kabarnya, pelaksanaan forum tersebut akan digelar di Bali pada Maret.

“Tinggal waktunya kita start kapan. Cuma sengaja belum diekspose karena ada hal-hal yang boleh diekspose,” ujar Hencky saat dihubungi, Selasa (2/3/2021).

Masa Sulit Demokrat

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami partai berlambang bintang mercy tersebut. Di saat partai politik perlu menyiapkan strategi politik jelang pemilu 2024, Demokrat justru dirundung konflik internal.

“Jika perpecahan terjadi, tentu Demokrat akan mengalami masa sulit. Selain berkurangnya kekuatan konsolidatif, juga berimbas pada penggembosan suara di Pemilu 2024,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (3/3/2021).

Dedi mengaku tidak yakin bahwa KLB yang digelar secara prematur, tanpa restu Majelis Tinggi Partai, akan berhasil. Paling jauh, menurutnya, dampak dari isu KLB ini berisiko melahirkan partai baru.

“Jika itu terjadi, Demokrat yang di dalamnya ada SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) yang tetap akan dominan,” kata alumnus Universitas Telkom Bandung ini.

Menurut Dedi, dalam situasi yang tidak biasa, Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) perlu melakukan dua langkah pilihan. Keduanya mungkin saja dianggap pahit karena menyangkut eksistensi ‘Cikeas’ yang terganggu.

“Pertama, dibukanya ruang dialog untuk mengakomodasi berbagai kepentingan. Kedua, Demokrat tetap konsisten dengan terus lakukan perlawanan kepada kelompok KLB,” tandasnya. (dbs).

Facebook Comments
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *