Demokrasi Yang Dijaga Pemilik Modal

Demokrasi Yang Dijaga Pemilik Modal
ilustrasi: demokrasi
banner 500x500

banner 800x800

Oleh Isti Nugroho

Hajinews – Setelah dinyatakan menang dalam pemilihan secara demokratis, penguasa negeri itu menerima enam puluh pengusaha kaya. Mereka menghadap presiden yang belum dilantik. Presiden pengganti yang menang dalam pemilu itu, sebetulnya masih merasakan mabok atas kemenangannya. Apalagi para pendukungnya. Yang lebih gila lagi tim pemenangnya. Mereka sudah berkanyal yang bukan-bukan.

Bacaan Lainnya

banner 800x800

banner 400x400

“Kita akan kaya, jabatan yang akan kita dapatkan akan menghentikan kemiskinan kita yang nyaris mengikuti hidup kita lebih separuh abad. Bersama presiden baru yang lahir dari keluarga sederhana, kita akan menghentikan kemiskinan seluruh rakyat Indonesia. Terbayang jabatan kita akan sanggup menolong kesusahan rakyat. Selamat tinggal kemiskinan, selamat datang hidup yang berkelimpahan rejeki.” Itu sorak-sorai pendukung, yang pasti akan diganjar jabatan karena kerja kerasnya mendukung kemenangan calon presidennya.

Enam puluh pengusaha kaya yang diwakili oleh Sofyan itu berkata,” Kami sudah menyiapkan road map, untuk kerja lima tahun jabatan bapak. Ada dua jalan. Jalan hitam yang sebetulnya putih dan jalan putih yang sebetulnya hitam. Semua itu tergantung dari mana melihatnya. Yang jelas dengan mengikuti kami punya jalan, bapak akan terpilih dua kali. Dan kami pun sudah susun road map untuk kemenangan bapak dalam dua periode.”

” Kalau bapak tidak mengikuti road map kami punya, dalam 100 hari kekuasaan bapak, kita akan usahakan jabatan bapak sebagai presiden berhenti. Dan wakil bapak akan menggantikannya. Karena wakil bapak itu, kita punya teman. Kami sering bicara bisnis dan kami orang sudah lama berkawan, sejak kami sama-sama merintis bisnis.”

” Inilah road map kami pak, silahkan bapak baca dan laksanakan. Presiden yang kemarin lalu juga mengikuti “jalan kami” terbukti sukses gilang-gemilang. Dipuja dan disanjung sebagai pemimpin yang demokratis. Banyak mendapatkan penghargaan dan menerima gelar doktor honoris kausa.” Kami akan jaga kekuasaan bapak dengan amanah, bersama pemimpin agama, pemimpin organisasi agama, polisi, tentara dan para petingi negara lainnya. Satpol PP juga akan kami kondisikan, juga PP yang lain sudah kami siapkan hepengnya. Pokoknya pak, bersama kami bangsa dan negara akan makmur sentosa.” Kalau urusan DPR itu tugas eksekutif untuk mengendalikan, asal cing cai, saya kira beres.”

Kelompok-kelompok yang berpotensi melawan bapak akan kami miskinkan, akan kami tutup kran ekonominya. Kelompok oposisi akan kita susupi orang kami yang memantau dari dalam dan akan kami sosialisasikan” jalan kami” agar bersinggungan. Lawan politik bapak akan kami bangkrutkan ekonominya, agar kelak bisa tunduk dan membantu bapak diperiode kedua kepemimpinan bapak, kalau bapak mengikuti jalan kami. Pokoknya gampang deh pak, asal bapak teken “jalan kami” semua beres. Bendera organisasi kami bertajuk : GERAKAN INDONESIA BERES. Beres dalam politik, beres dalam ekonomi. Di luar dua itu bukan urusan kami. “

Setelah mendengar uraian Sofyan, penguasa baru itu diam membisu. Dia hanya memandang satu-satu mata enam puluh orang pengusaha terkaya di Indonesia. Kekayaan mereka kalau digabungkan akan menjadi kekuatan raksasa. Rasional kalau mereka bisa menghentikan kekuasaan dari yang tidak sejalan dengan jalannya. Dengan uangnya dia bisa menggerakkan demonstran, kaum agamawan dan kaum intelektual. Dan organisasi apa saja.

Setelah merenungkan semua yang telah diucapkan Sofyan, dan menandatangani road map yang diajukan enam puluh pengusaha kaya itu, penguasa yang belum dilantik itu menutup acara pertemuan dengan sedikit kata-kata. Pertemuan itu tidak mengesankan tetapi harus dilayani karena mereka sudah menyumbangkan pikiran dan uangnya demi kemenangannya. Maka yang terbersit dalam hatinya, road map itu tidak akan dijalankannya. Atau diambil baiknya saja yang menguntungkan rakyat.

“Tujuan kami dalam road map ini, hanya agar uang kami bertambah banyak bersama rakyat Indonesia, pak. Kita menginginkan rakyat Indonesia cepat makmur sentosa. Jalan kami jalan terbaik mempercepat kemakmuran. Yang kaya semakin kaya, yang miskin segera menjadi kaya juga,” begitu Sofyan menambahkan uraiannya.

Penguasa yang belum dilantik itu membubarkan pertemuan dengan enam puluh pengusaha kaya. Pikirannya melayang-layang. Walaupun dia tidak begitu mengerti teori-teori demokrasi, tapi kenyataannya di Indonesia yang menjaga demokrasi pilihan langsung memang para pemilik modal. Orde Baru telah membesarkan mereka dipengunjung kekuasaannya. Setelah terjadi reformasi kehadiran mereka sebagai Oligarki semakin nyata. Ada Oligarki hitam, ada Oligarki putih yang jelas tetap Oligarki. Tujuan Oligarki pada umumnya hanya menambah kekayaan saja.

Facebook Comments
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *