Jangan Sampai Cuci Darah, Lakukan 8 Hal Ini untuk Mencegah Kerusakan Fungsi Ginjal

Jangan Sampai Cuci Darah, Lakukan 8 Hal Ini untuk Mencegah Kerusakan Fungsi Ginjal
ilustrasi: ginjal
banner 500x500

banner 800x800

Hajinews – Gangguan fungsi ginjal dinilai menjadi permasalahan global dan termasuk penyakit yang berbahaya bagi pasien.

Penyakit ginjal kronik merupakan salah satu penyakit ginjal yang mendapatkan sorotan lebih.

Bacaan Lainnya

banner 800x800

banner 400x400

Di Indonesia prevalensi penyakit ginjal kronik terus meningkat, dari 2.300 orang pada tahun 2013 menjadi 3.800 orang, dan menjadi satu juta orang pada tahun 2018.

Prevalensi tertinggi di Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 0,5 persen serta 60 persen penderita gagal ginjal tersebut harus menjalani terapi dialisis, atau yang lebih dikenal sebagai terapi cuci darah.

Dokter Penyakit Dalam Prof Dr dr Suhardjono SpPD-KGH KGer, menjelaskan, penyakit ginjal kronik adalah penurunan fungsi atau struktur ginjal yang lebih dari tiga bulan.

“Ini adalah masalah global. Orang yang punya penyakit ginjal, mengalami penurunan fungsi ginjalnya, jadi jelek sehingga menjadi risiko kematian,” kata Suhardjono dalam acara bertajuk Lakukan Deteksi Dini Mencegah Gagal Ginjal dari Kalbe, di RS St Carolus Jakarta, Sabtu (7/3/2020).

Penyakit ginjal kronik menjadi penyakit yang bisa ada di tubuh seseorang, bahkan tanpa kelihatan ada gejala yang signifikan.

Meskipun gejala yang ada tidak begitu signifikan ternyata umumnya sudah terjadi kerusakan organ ginjal yang memengaruhi fungsi organ tersebut.

Akibatnya, pasien harus melakukan dialisis atau cuci darah.

Untuk diketahui, pada tahun 2016, penyakit ginjal kronis merupakan penyakit katastropik kedua terbesar setelah penyakit jantung yang menghabiskan biaya kesehatan sebesar Rp2,6 triliun.

“Penyakit ginjal kronik tidak dapat sembuh. Tetapi bisa dicegah dan dikendalikan untuk memperlambat kerusakan hingga dialisis,” ujar dia. Organ ginjal yang telah rusak, umumnya tidak bisa disembuhkan hingga pulih.

Kendati demikian, berobat sedini mungkin dapat memperbaiki angka harapan hidup pasien dan juga menjadikan pasien dapat beraktivitas dengan lebih baik.

Banyak hal yang bisa dilakukan sebagai bentuk mencegah kerusakan pada fungsi ginjal Anda, di antaranya sebagai berikut:

  1. Istirahat yang cukup
  2. Banyak lakukan aktivitas fisik atau berolahraga
  3. Kurangi minuman seperti alkohol, soda dan minuman-minuman manis
  4. Jangan minum obat sembarangan, terutama obat nyeri
  5. Stop merokok
  6. Makan makanan sehat dan kurangi makanan yang manis-manis, asin, dan berminyak
  7. Jangan mengonsumsi protein secara berlebihan, seperti daging merah
  8. antau tekanan darah dan kadar gula tubuh

“Sesekali menikmati makanan yang enak (tetapi berisiko) tak apa, tetapi jangan keseringan. Deteksi dini (penyakit ginjal) sangat berarti jangan sampai sudah telat (telanjur sakit) baru berobat,” ujar dia.

Sumber: bangkapos

 

Facebook Comments
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *