Kritik Keras Amien Rais Terkait Legalisasi Miras, Moral Bangsa sedang Dihancurkan

Amien Rais. (Foto: Indonesia Raya)
banner 500x500

banner 800x800

Hajinews- JAKARTA – Mantan Ketua MPR Amien Rais mengkritik keras kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait legalisasi minuman keras (Miras) di beberapa provinsi tertentu lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021.

“Saya yakin sebagian besar umat Islam terkejut, terperangah karena Pak Jokowi lewat Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021, ternyata sudah melegalisasi perdagangan produksi dan juga konsumsi miras,” kata Amien Rais dalam kanal YouTube Amien Rais Official yang diunggah Minggu (28/2/2021).

Bacaan Lainnya

banner 800x800

banner 400x400

Menurutnya, meski dalam Perpres itu disebutkan dibeberapa provinsi tertentu saja, hal tersebut sudah menjadi langkah atau keputusan yang fatal.

“Jokowi, sudah membuat langkah yang fatal, secara moral, secara politik karena jelas sekali yang dilakukan pak Jokowi itu, adalah menabrak langsung ketentuan Alquran, dimana khamar atau miras itu dan judi merupakan dosa besar,” tegasnya.

Dalam video berdurasi 8 menit 12 detik dengan judul ‘Presiden Telah Menghancurkan Masa Depan Bangsa’ itu Amien menyadur Surat Albaqarah ayat 219 untuk mengingatkan Presiden Jokowi. “Misalnya saudara-saudara sekalian ada larangan yang jelas sekali, tersebut dalam Albaqarah ayat 219,” ungkap Amien Rais.

Dalam surat Albaqarah itu, Amien Rais di videonya membacakan ayat Alquran berserta artinya “Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Khamar dan judi.

Katakanlah, “pada kekduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya.” dan mereka menanyakan kepadamu (tentang) apa yang (harus) mereka infakkan. Katakanlah, “kelebihan (dari apa yang diperlukan).” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu agar kamu memikirkan,”

“Itu artinya kita harus menjaga diri, tapi yang lebih jelas lagi adalah surat Almaidah Ayat 90 saya bacakan,” ujarnya.

Bahkan kembali dijelaskan dalam surat Albaqarah itu:

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung,”

Tak cukup sampai di situ, Amien Rais kembali mengingatkan Presiden Jokowi tentang haramnya Miras dan Judi sebagaimana dijelaskan dalam surat Almaidah ayat 91:

“Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kami, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan salat, maka tidakkah kamu mau berhenti?,” (Almaidah Ayat 91).

Maka dari itu, pihaknya juga meminta tak hanya Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah dan NU, tapi juga seluruh eksponen umat Islam, untuk segera supaya meminta Perpres itu dicabut.

“Mengapa? Ini adalah seruan bagi generasi muda kita. Memang Perpres itu berlaku bagi beberapa wilayah tapi tidak diberikan legalitas seperti itu keadaan kita,” kata mantan Ketua PP Muhammadiyah itu.

Apalagi ini, kata Amien Rais dalam bahasa Jawa itu sudah betul-betul rindi asuddikite, jadi ya memang sudah itu tren masyarakat.

“Mesti nya kita tutup supaya kemudian tidak terjadi kehancuran akhlak generasi muda, menenggak miras, kemudian main judi apalagi. Jadi ini, saya nggak tahu apa yang dimaksudkan oleh Jokowi itu, jadi sudahlah, kadang-kadang saya sampai kehabisan kata-kata, bagaimana ya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Amien Rais menuding langsung Presiden Jokowi lewat Perpres itu sesungguhnya sedang menghancurkan akhlak atau moralitas bangsa.

“Tolong dipikir kembali kalau Anda (Jokowi), kalau bisa ‘surut’ itu berarti besar jiwa Anda, kalau Anda nekat, urusan Anda bukan dengan kita, kita cuma rakyat ya, tapi Anda sudah menantang Allah,” katanya. (dbs).

Facebook Comments
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
1
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *