Kembali Terungkap! Korupsi Asuransi Bumiputera

Ilustrasi (ist)
banner 500x500 banner 500x500

Hajinews — Kisah Jiwasraya bukanlah akhir, sebab kembali terungkap kasus korupsi perusahaan asuransi Indonesia. Konflik internal dan perilaku korupsi di perusahaan AJB Bumiputera 1912 akhirnya meledak.

Bahkan beberapa mantan pejabat Bumiputera dikabarkan masuk tahanan dan sebagian lagi masih masa persidangan. Hal ini dibenarkan oleh Asisten Direktur Pemasaran Bumiputera Jaka Irwanta.

Bacaan Lainnya

banner 400x400

Dia memberikan kabar bahwa sejak pekan lalu setidaknya terdapat tiga mantan pejabat Bumiputera yang ditahan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. “Sudah ada enam pejabat yang ditahan Kejari Jaksel. Masih berlanjut gugatan lainnya. Penggugat dari penyidik Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Siapapun yang korupsi di Bumiputera akan dipenjara,” ujar Jaka hari ini di Jakarta, dilansir Okezone, Selasa (26/1/2021).

Dia membeberkan nama mantan pejabat yang ditahan yaitu Mantan Direktur Teknik dan Aktuaria (2013) Mohammad Irsyad, Mantan Kepala Divisi Syariah (2011) Yon Maryono, Mantan Chief Marketing Officer (2013) Agustiar Hendro, dan Kepala Bagian Aktuaria Hendro.

Dia menjelaskan ada banyak kasus di tubuh AJB Bumiputera yang baru diangkat di pengadilan. Mulai dari kasus penutupan asuransi pensiunan pegawai Brighstone, hingga gugatan dari Pupuk Sriwijaya yang menuntut asuransi pensiunan pegawainya dengan nilai di atas Rp83 Miliar dan sudah didaftarkan sejak Desember 2019. “Gugatan Pupuk Sriwijaya kemungkinan akan ada yang ditahan pekan ini,” katanya.

Sementara Otoritas Jasa Keuangan melalui Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo dan Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK Tongam Lumban Tobing belum mau berkomentar untuk konfirmasi. “Saya belum dapat update,” kata Anto Prabowo saat dikonfirmasi.

 

Facebook Comments
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
1
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *