Usut Korupsi Bansos, Novel Cs Dikuatirkan Akan Diserang Isu Taliban

banner 904x1280
banner 500x500

Hajinews – Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah khawatir Penyidik KPK Novel Baswedan akan kembali menjadi sasaran elite dengan isu ‘Taliban’. Sebab, KPK saat ini lagi mengusut kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) COVID-19.

“Dugaan saya, setelah ini Novel @nazaqistsha dkk akan diserang. Ya, menggunakan isu ‘Taliban’ di KPK itu. Masih laku ‘jualan’ isu Taliban di KPK?,” kata Febri dikutip dari Twitter pada Sabtu, 23 Januari 2021.

Bacaan Lainnya

banner 400x400

Awalnya, Febri iseng-iseng melihat mention di media sosial terkait isu Taliban dengan video tahun 2019 sebelum demo mahasiswa akan dimunculin lagi. Momennya, kata dia, berbarengan dengan mulai menghangatnya penanganan kasus dugaan korupsi Bansos COVID-19.

“Dan mungkin dikaitkan dengan penyidik-penyidik yang sedang menangani kasus-kasus korupsi besar. Misal, kasus korupsi benur ataupun korupsi Bansos Covid-19 yang sedang ditangani KPK. Kita liat ntar ya,” ujarnya.

Oleh karena itu, Febri berharap Pimpinan KPK bisa membuktikan keseriusan mereka dalam mengusut tuntas kasus dugaan korupsi terkait dana bantuan sosial COVID-19 dan izin ekspor benih bening lobster atau benur yang dilakukan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

“Kita doakan dan jaga bersama teman Pegawai KPK yang sedang bersungguh-sungguh berjuang menangani kasus-kasus besar saat ini. Semoga kasus korupsi benur dan suap Bansos COVID-19 bisa diungkap seterang-terangnya. Tantangan mereka pasti tidak mudah,” jelas dia.

Seperti diketahui, KPK menetapkan mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara menjadi tersangka kasus program bantuan sosial penanganan COVID-19 untuk Jabodetabek tahun 2020.

Mensos diduga menerima fee dari setiap paket pekerjaan bansos COVID-19 yang nantinya akan diserahkan kepada masyarakat di masa pandemi ini. Diduga, menteri asal PDI Perjuangan itu menerima total fee Rp17 miliar.

Dalam perkara ini lima orang telah dijerat sebagai tersangka. Untuk Mensos Juliari dan dua pejabat pembuat komitmen Kemensos, Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono diduga sebagai pihak menerima suap. Sementara tersangka pemberi, Ardian, dan Harry selaku pihak swasta. (dbs).

Facebook Comments
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *