Tafsir Al-Quran Surat Az-Zumar Ayat 38-40

Tafsir Al-Quran Surat Az-Zumar Ayat 38-40
K.H. Didin Hafidhuddin
banner 904x1280
banner 500x500

Oleh K.H. Didin Hafidhuddin
Ahad, 24 Januari 2021

Disarikan oleh Prof. Dr. Bustanul Arifin

Bacaan Lainnya

banner 400x400

Hajinews – Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Kita bersyukur kepada Allah SWT masih dapat berjumpa lagi, pada hari ini Ahad tanggal 17 Jumadil Awwal yang bertepatan dengan tanggal 24 Januari 2021 untuk melanjutkan Kajian Tafsir Al-Quran, pagi ini kita sudah sampai pada Surat Az-Zumar ayat 38-40. Kita awali dengan membaca Ummul Kitab “Al-Fatihah”, kemudian kita bersama-sama membaca tilawah Surat Az-Zumar ayat 38-40, yang artinya adalah “Dan sungguh, jika engkau tanyakan kepada mereka, “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Niscaya mereka menjawab, “Allah.” Katakanlah, “Kalau begitu tahukah kamu tentang apa yang kamu sembah selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan bencana kepadaku, apakah mereka mampu menghilangkan bencana itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat mencegah rahmat-Nya?” Katakanlah, “Cukuplah Allah bagiku. Kepada-Nyalah orang-orang yang bertawakal berserah diri.” Katakanlah (Muhammad), “Wahai kaumku! Berbuatlah menurut kedudukanmu, aku pun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui, siapa yang mendapat siksa yang menghinakan dan kepadanya ditimpakan azab yang kekal.”

Ayat ini dimulai dengan pertanyaan atau pengandainya “Sendainya engkau bertanya kepada mereka orang kafir, “Siapa yang menciptakan langit dan bumi?” Mereka akan menjawab, “Allah lah yang menciptakan langit dan bumi”. Salah satu hal pokok dalam diri manusia adalah naluriah, yang senantiasa mengakui keberadaan Allah SWT. Sebenarnya manusia itu tidak ada yang atheis. Kalau pun ada, itu sebenarnya hanya kekuasaan, hanya kesombonggan, dll. Bahkan Firaun dengan sengaja mengaku tuhan, yang minta disembah oleh seluruh rakyatnya. Perhatikan Surat Al-A’raf ayat 172. “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini”. Sekali lagi, naluri manusia itu adalah percaya kepada Allah. Semua keturunan Adam secara naluriah mengakui ketuhanan. Namun, ada kalanya naluri manusia menjadi hitam, tidak dapat menerima cahaya dari Allah. Dalam hadist Rasulullah SAW, “Setiap anak dilahirkan dalam fitrah, atau beriman kepada Allah. Semua tergantung pada orang tuanya, apakah akan menjadikan Yahudi, Nasrani atau Majuzi”. Tidak disebutkan islam di situ, karena secara fitrah manusia itu adalah islam. Oleh karena itu, kita diajarkan untuk meng-adzani anak yang baru lahir, untuk diperdengarkan kalimat-kalimat tauhid ke dalam jiwa-raga anak bayi itu.

Facebook Comments
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *