Intelijen Indonesia Kebobolan Agen CIA

Intelijen Indonesia Kebobolan Agen CIA
Markas CIA
banner 904x1280
banner 500x500

Leluasa keluar masuk istana, perempuan Amerika Serikat ini ternyata agen CIA. Soekarno tahu dari presiden Pakistan.

Hajinews – Presiden Soekarno mengunjungi Mesir sebanyak enam kali. Roeslan Abdulgani, mantan menteri penerangan, ikut dalam kunjungan terakhir pada 1965. Di ruang besar hotel tempat rombongan menginap, Roeslan didekati seorang perempuan Amerika Serikat yang menanyakan apakah dia dapat berkenalan dengan Soekarno.

Soekarno yang memang mata keranjang menanyakan pada saya siapa wanita itu,” kata Roeslan dalam Tokoh Segala Zaman karya Casper Schuuring, wartawan Belanda.

“Biarkan dia datang,” kata Soekarno.

Bacaan Lainnya

banner 400x400

Perempuan itu mengatakan kepada Soekarno bahwa dia ingin melakukan penelitian dan menulis buku tentang Indonesia. Dia meminta bantuan Soekarno agar bisa ke Indonesia.

Menteri Urusan Luar Negeri Pakistan, Ali Bhutto, yang mendengar permintaan perempuan itu, mengingatkan, “Berhati-hatilah, Bung Karno!”

Soekarno memenuhi permintaan perempuan itu. Dia mengatur agar perempuan itu bisa ke Indonesia. Dia menyambutnya di Istana Merdeka dan memberinya seorang pembantu perempuan untuk menemaninya ke mana-mana.

Siapakah Perempuan Itu?

Pada 1971, Roeslan bertemu sosiolog W.F. Wertheim di Belanda. Dia mengatakan kepada Roeslan bahwa orang-orang di sekeliling Soekarno telah disusupi agen CIA. “Juga seorang wanita Amerika, Pat Price disebut,” kata Roeslan. “Saya mengenalnya di Kairo ketika Soekarno mengunjungi Nasser.”

Wertheim bertanya pada Roeslan, “Siapa wanita itu? Bagaimana dia berhasil bertemu dengan Soekarno , apakah dapat dilakukan segampang itu, apakah CIA berada di belakang ini semua?”

“Mengenai apa yang dikemukakan itu saya hanya dapat ketawa saja,” kata Roeslan.

Roeslan menyebut Pat Price adalah anak seorang pengusaha minyak yang menikah dengan seorang wartawan Australia. “Pat Price juga ingin sekolah di Indonesia dan saya mengundangnya,” kata Roeslan. “Dia memang benar kuliah dan saya beberapa kali menemaninya dalam pertemuan dengan Soekarno .”

AKBP Mangil Martowidjojo, komandan Detasemen Kawal Pribadi Resimen Tjakrabirawa, menyaksikan kehadiran Pat Price di Istana Merdeka. “Di Istana Merdeka, pada suatu hari kedatangan seorang tamu, seorang gadis cantik dari Amerika Serikat. Gadis cantik ini beraudiensi untuk bisa menghadap Bung Karno,” kata Mangil dalam Kesaksian tentang Bung Karno 1945–1967.

Setelah menghadap Soekarno , kata Mangil, hampir setiap hari gadis cantik itu ikut ngobrol dengan para tamu yang setiap pagi menemani Soekarno minum kopi di serambi sebelah belakang Istana Merdeka.

Soekarno mengizinkan Pat Price bergaul dan berteman denga putra-putrinya. Dia belajar menari dan lain-lain. “Gadis cantik dari negara Amerika ini dapat keluar masuk istana dengan leluasa,” kata Mangil.

Facebook Comments
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *