Dosa Kepada Sesama Manusia Itu Lebih Berat

Dosa Kepada Sesama Manusia Itu Lebih Berat
ilustrasi berdosa
banner 500x500 banner 500x500

Hajinews – Jika kita berbuat dosa kepada Allah Ta’ala, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Pemaaf sehingga dosa kita mudah dihapuskan asalkan kita istighfar dan bertobat.

Namun dosa atau kesalahan terhadap sesama manusia, belum tentu semudah menghapus dosa kepada Allah, karena manusia tidak sepemaaf Allah Ta’ala.

Bacaan Lainnya

banner 400x400

” Barangsiapa yang mempunyai kezhaliman kepada saudaranya mengenai hartanya atau kehormatannya, maka diminta dihalalkanlah kepadanya dari dosanya itu sebelum datang hari di mana nanti tidak ada dinar dan dirham (hari kiamat), di mana akan diambil dari pahala amal kebaikannya untuk membayarnya. Kalau sudah tak ada lagi amal kebaikannya, maka akan diambil dari dosa orang yang teraniaya itu, lalu dipikulkan kepada orang yang menganiaya itu.” (HR Bukhari)

Dosa-dosa yang berhubungan dengan manusia seperti inilah yang paling sulit dan menyusahkan dan lebih berat. Seperti mencuri harta orang lain, ghibah terhadap orang lain, memfitnah orang lain, menzalimi orang lain, dsb.

Dosa-dosa yang berkaitan dengan manusia tidak cukup hanya sekedar bertaubat kepada Allah saja, tetapi juga mesti meminta maaf dan keikhlasan dari orang yang pernah disakiti. Maka dari itu, jangan biasakan menyakiti hati orang lain, karena proses pertaubatannya pun sungguh sulit sekali.

Begitu pula yang berkaitan dengan urusan harta benda, tidak cukup dengan sekedar taubat, tapi mesti harus mengembalikan harta yang pernah dicuri ataupun dihutangi. Kalau tidak mampu mengembalikan, akuilah perbuatan itu kepada orang yang bersangkutan dan mintalah maaf dan keikhlasannya.

Kekhilafan di antara sesama manusia hanya akan terbebas setelah dapat saling memaafkan di antara mereka. Inilah otoritas Allah yang diberikan kepada manusia. Allah sendiri tidak akan memaafkan seseorang atas kesalahan yang pernah diperbuatnya dengan sesama manusia, sebelum di antara mereka sendiri dapat saling memaafkan.

Namun demikian, sangat mulia jika kita menjadi manusia yang memiliki sifat pemaaf.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلْيَـعْفُوْا وَلْيَـصْفَحُوْا ۗ اَ لَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَـكُمْ ۗ وَا للّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“…Hendaklah mereka memberi maaf dan melapangkan dada, tidakkah kamu ingin diampuni oleh Allah? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nur: 22)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ نْ تَعْفُوْا وَتَصْفَحُوْا وَتَغْفِرُوْا فَاِ نَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

” Jika kamu memaafkan, melapangkan dada serta melindungi, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS. Al-Taqhâbun : 14)

Wallahu a’lam.

Dari Abu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu berkata, ” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ” Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” (HR. Muslim).

Facebook Comments
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *