Utang Sudah Rp 6.000 Triliun, Pemerintah Niat Berutang Rp 1.600 Triliun Lagi

Menteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan keterangan pers usai hadiri KTT G20 di Istana Bogor secara daring. Pemerintah diproyeksikan membutuhkan utang Rp 1.654 triliun pada 2021. (Sumber: Sekretariat Presiden)
banner 500x500 banner 500x500

Hajinews — Hingga akhir tahun 2020 utang pemerintah sudah cukup tinggi yakni, mencapai Rp 6.000 triliun. Meski demikian ternyata pemerintah menyatakan masih akan berutang senilai Rp 1.654,92 triliun lagi pada 2021 ini.

 

Bacaan Lainnya

banner 400x400

Sebagaimana dikutip hajinews dari kompas.id, Ahad (17/1) pemerintah masih membutuhkan utang sebesar itu untuk menutupi defisit anggaran dan pembayaran utang jatuh tempo.

 

Akan tetapi perlu diketahui, defisit APBN sampai akhir Desember 2020 saja sudah mencapai Rp 956,30 triliun.

 

Sepanjang 2020 pemerintah telah menambah utang hingga Rp 1.295,28 triliun. Utang pemerintah saat itu bertambah hingga 27,1 persen menjadi Rp 6074,56 triliun.

 

Mengutip laporan APBN KiTa, rasio utang pemerintah setara 36,68 persen Produk Domestik Bruto (PDB).

 

“Komposisi utang Pemerintah tetap dijaga dalam batas tertentu sebagai pengendalian risiko sekaligus menjaga keseimbangan makro ekonomi, di mana UU No. 17/2003 mengatur batasan maksimal rasio utang Pemerintah adalah 60%,” tulis laporan APBN KiTa Januari 2021.

Kementerian Keuangan sendiri menyebut, tambahan utang signifikan tahun lalu disebabkan resesi ekonomi karena Covid-19. Pemerintah juga mengklaim, anggaran tahun lalu mendapat tambahan beban pembiayaan untuk pemulihan ekonomi nasional dan penanganan masalah kesehatan.

 

Secara komposisi, pemerintah pusat masih lebih banyak berutang dalam bentuk Surat Berharga Negara. SBN menyumbang porsi sebesar 85,96 persen dari total utang pemerintah di akhir 2020.

 

Pemerintah mengklaim memprioritaskan sumber utang domestik untuk mengelola risiko utang dalam bentuk valuta asing.

 

“Pembiayaan anggaran senantiasa dikelola secara hati-hati (prudent), fleksibel dan terukur, dan dengan mengoptimalkan sumber pembiayaan yang paling efisien,” tulis laporan itu.

Facebook Comments
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *