Hikayat Raja Suatu Kerajaan

Hikayat Raja Suatu Kerajaan
ilustrasi : kastil kerajaan
banner 500x500

Oleh : Ahmad Khozinudin, Sastrawan Politik

Hajinews – Terzebutlah, disebuah negeri yang rajanya tukang bohong, gemar ingkar dan khianat, membuat program kesehatan bagi masyarakat. Sang Raja ini, ingin meyakinkan rakyat yang selama ini telah marah berulangkali di bohongi, agar memberikan kepercayaan kepada pemimpinnya.

Bacaan Lainnya

banner 400x400

Agar rakyat sehat, raja tukang boong ini meminta rakyat untuk minum ramuan dukun sihir. Dukun yang oleh segenap rakyat dikenal joro*, bahkan wabah yang menjangkau negeri tersebut berasal dari tempat praktik si dukun joro*.

Dukun joro* yang kebiasaannya makan kelelawar mentah, ikan mentah, ular mentah, kodok mentah, biawak mentah, kura kura mentah, dan semua makanan joro* lainnya. Dukun inilah, yang menyediakan ramuan untuk diminum seluruh rakyat.

Bukan tanpa harga, si dukun joro* ini mrajenetapkan harga. Raja mengambil pajak tinggi, untuk memborong 3 juta dosis ramuan si dukun joro*. Bahkan, terakhir akan mendatangkan 426 juta dosis ramuan si dukun joro*.

Konon, para hulubalang, petinggi istana, oligarki kerajaan minta jatah keuntungan dari ramuan joro*. Jika hanya 3 juta dosis, belum merata keuntungan mereka.

Rakyat marah, ogah meminum ramuan si dukun joro*meskipun diberikan secara gratis. Walaupun hakekatnya tidak gratis juga, mengingat saat memborong ramuan si dukun joro*ini, raja membayarnya dengan uang pajak rakyat.

Penolakan terhadap ramuan joro*ini meluas. Seluruh elemen rakyat, ogah tambah parah atau justru terkena penyakit meminum ramuan dari si dukun joro*. Semua yang punya kemampuan tentang ramuan, tentang si dukun joro*, dan terutama pengetahuan si Raja boong menolak ramuan si dukun joro*.

Agar rakyat percaya, si raja tukang bohong meminum ramuan si dukun joro*, disaksikan seluruh khalayak. Raja ingin meyakinkan, ramuan si dukun joro* ini aman.

Semua media diundang, untuk menyaksikan raja bohong minum ramuan si dukun joro*. Seolah raja ingin berkata : “wahai rakyat percayalah, ramuan ini aman. Saya saja meminumnya…”.

Tapi rakyat sudah tak percaya pada si Raja tukang kibul ini. Memang yang diminum raja ramuan di dukun joro*? Bagaimana, kalau yang diminum itu adalah Juice Alpukat yang dilabeli ramuan si dukun joro*? Apa dan siapa yang menjamin, ramuan raja sama dengan ramuan yang diedarkan kepada rakyat ?

Walaupun itu ramuan dukun joro*, yang benar benar diminum raja, rakyat juga tak mau mengikuti ulah si raja tukang bohong. Rakyat, lebih baik sehat alamiah ketimbang minum ramuan si dukun joro*seperti yang diminum si raja tukang kibul.

Jadi, percuma saja raja kibul mau meyakinkan rakyat. Karena selama ini kerjaannya tukang kibul. Hingga dia berlaku jujur pun, rakyat tak akan percaya.

Raja kibul, tukang bohong, raja zalim. Minum saja 3 juta dosis ramuan si dukun joro*. Ambil semua keuntungan import ramuan di dukun joro*. Rakyat, tak Sudi ditipu apalagi diminta minum ramuan si dukun joro*

Facebook Comments
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *