Info Intelijen Harun Masiku Dibunuh, KPK: Tak Ada Jenazah Dianggap Hidup!



banner 500x500

banner 800x800





Jakarta, hajinews.id – Keberadaan Harun Masiku, buronan KPK hingga saat ini belum terendus. Politisi PDI Perjuangan itu dikenal licin, karena hingga saat ini belum tertangkap.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengklaim tersangka kasus suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR 2019-2024 Harun Masiku telah meninggal dunia. Dugaan tersebut disampaikan oleh Boyamin saat berbincang dengan jurnalis senior Karni Ilyas di akun Youtube Karni Ilyas Club via tribun. Dalam video itu, Boyamin mendapatkan info tersebut dari beberapa pensiunan di lembaga intelejen.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

“Dari jaringan saya bang mengatakan bahwa itu sudah meninggal. Tanda kutipnya tidak tau seperti apa. Nah jaringan terbaik saya loh ya. Jujur ada beberapa pensiunan di lembaga intelejen, beberapa itu mengatakan ke saya mengatakan itu sudah meninggal. Dan saya yakin karena tidak ada informasi sebaliknya kan. Kalau bicara keyakinan kan boleh,” kata Boyamin.

Menurut Boyamin, informannya yang berasal dari lembaga intelejen itu mengakses beberapa jalur untuk mengetahui keberadaan Harun Masiku. Hasilnya, ada dua informan yang mengatakan tersangka telah meninggal dunia.

“Saya coba maksimalkan cari informasi itu dan ada satu dua orang yang mengatakan yang pensiunan itu yang mengakses ke beberapa jalur itu mengatakan sudah tidak ada. Yang saya pahami sudah meninggal,” ujarnya.

Boyamin kemudian ditanya Karni Ilyas ihwal bagaimana cara Harun Masiku bisa meninggal dunia. Pertanyaan besar apakah Harun Masiku meninggal dunia karena sakit atau dibunuh. Boyamin pun menjawab kemungkinan besar Harun Masiku dibunuh. Pasalnya, Harun Masiku diketahui tidak memiliki rekam jejak medis memiliki penyakit bawaan.

“Kalau pengertian itu kan persentase loh ya. Supaya saya juga aman nih. Persentasenya lebih banyak yang kedua (dibunuh, red). Karena umurannya di bawah saya dikit. Track recordnya itu dari temen-temennya tidak pernah sakit,” ungkapnya.

Karni Ilyas kemudian menanyakan kembali ihwal dugaan pelaku yang membunuh Harun Masiku.Terkait hal ini, ia enggan membeberkan lebih lanjut.

Sementara, diberitakan sebelumnya oleh hajinews.id, Plh Deputi Penindakan KPK Setyo Budiyanto dengan tegas menyebut pihaknya belum tau status Harun Masiku hingga kini. Namun jika jenazah dan kuburannya tidak terlihat maka Harun Masiku statusnya masih hidup dan akan terus diburu.

“Apakah statusnya MD (meninggal dunia) atau disembunyikan, terkait MD atau tidak selama kami tidak melihat jenazahnya di mana, makamnya di mana, kuburannya di mana, maka kami menganggap yang bersangkutan saat ini statusnya masih hidup,” katanya saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta yang disiarkan melalui akun Youtube KPK via Galamedia yang dipantau di Jakarta, Minggu (10/1/2021).

Sementara, Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri menjelaskan bahwa sebagai lembaga penegak hukum, KPK harus mempunyai dasar yang kuat menentukan kabar terkait dugaan meninggalnya Harun Masiku.

“Semisal dokumen kematian atau setidaknya jejak kematian untuk menentukan seseorang secara hukum dinyatakan meninggal dunia,” jelas Ali.

Oleh karena itu, kata dia, KPK menganggap belum tertangkapnya Harun sebagai “utang” yang harus dibayar sesegera mungkin oleh para penyidik KPK.(sitha/dbs)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Komentar