Catat Yach! Ini Dosa yang Tidak Diampuni Allah SWT, Gus Baha : Mujahirin

Ini Dosa yang Tidak Diampuni Allah SWT
gus baha
banner 500x500
Hajinews– Dalam sebuah pengajian Gus Baha menerangkan bahwa ada dosa yang tidak diampuni Allah SWT yaitu dosa golongan ‘Mujahirin’ (orang yang melakukan dosa secara terang – terangan).

Lebih berat lagi apabila dalam melakukan dosa/maksiat itu ia mengajak orang lain.

Bacaan Lainnya

banner 400x400

Dan termasuk juga masuk dalam golongan ini adalah orang yang melakukan dosa secara sembunyi akan tetapi kemudian dengan terbuka ia menceritakan perbuatan maksiatnya kepada orang lain.

Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ وَإِنَّ مِنْ الْمُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ فَيَقُولَ يَا فُلَانُ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ

“Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin (orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa). Dan yang termasuk terang-terangan berbuat dosa adalah seseorang berbuat (dosa) pada malam hari, kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya tersebut, yang mana dia berkata, “Hai Fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu.” Sebenarnya pada malam hari Rabb-nya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi harinya dia menyingkap perbuatannya sendiri yang telah ditutupi oleh Allah tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim).

“ Misalnya zina kok di jalan, maling terang -terangan, atau habis zina atau maling terus cerita ke orang – orang,

“Misalnya lagi malamnya berbuat maksiat dan tidak ada yang tahu karena ditutupi oleh Allah SWT, kok besoknya malah cerita ke orang – orang, seperti itu yang tidak bisa di maafkan oleh Allah.” Terang Gus Baha.

Atas keterangan tersebut banyak yang bertanya kepada Gus Baha apa hadis terebut sohih sebab menurut mereka aneh karena orang yang malah diam saja setelah melakukan maksiat kenapa dimaafkan dan kenapa pula yang menceritakan pengalaman maksiatnya dengan tujuan agar tidak diulangi lagi malah tidak diampuni.

“Hadis itu sohih, dan tepat sekali sebab jika semua orang menceritakan masa lalu nya yang pernah berbuat dosa maka akan dianggap perbuatan dosa itu menjadi biasa,

“Bayangkan jika yang seperti itu misalnya terjadi pada seorang kyai yang masa lalu nya pernah gelap, kemudian sang kyai menceritakannya blak – blakan pasti pikiran orang akan menganggap perbuatan maksiat itu itu biasa saja, kyai saja pernah melakukannya, ini berbahaya,” tegas Gus Baha.

Oleh karena itu Gus Baha menganjurkan lebih baik langsung Istighfar dan bertaubat bila terlanjur berbuat dosa daripada harus jujur menceritakannya kepada orang lain.

Wallahu A’lam Bisshowab

Sumber : jurnal

 

Facebook Comments
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *