Anwar Abbas : Pencalonan Kapolri harus mempertimbangkan Maslahat dan Manfaatnya

Wakil Ketua MUI
banner 500x500

Jakarta, hajinews.id – Hak untuk mencalonkan dan menunjuk siapa yang akan menjadi kapolri ada di tangan presiden. Kita sudah tahu itu semua. Dan kita harus menghormatinya.

Namun hendaknya pencalonan kapolri tidak hanya mempertimbangkan kedekatan. Wakil ketua umum MUI, Anwar abbas mengatakan pencalonan kapolri harus mempertimbangkan aspek maslahat dan manfaatnya.

Bacaan Lainnya

banner 400x400

” Presiden hendaknya kalau akan mencalonkan dan menunjuk seseorang menjadi kapolri pertimbangannya tentu tidak cukup hanya didasarkan kepada kedekatan , loyalitas dan profesionalitas saja tapi harus lebih luas dari itu yaitu mana yang lebih besar maslahat dan manfaatnya bagi bangsa dan negara.” Demikian ditulis Anwar abbas di yang dikutip pada hari selasa (12/11/2021).

Akhir-akhir ini hubungan pemerintah dan umat islam sempat memanas setelah sejumlah pihak menilai pemerintah melakukan kriminalisasi terhadap ulama.

Meskipun pemerintah berdalih tidak melakukan kriminalisasi dan mengaku hanya menegakan hukum, namun pandangan ini tentu tidak boleh dianggap enteng oleh pemerintah karena bisa jadi bumerang.

” menjadi seperti api di dalam sekam, apalagi kalau seandainya sebagian besar umat islam merasa terus menerus disakiti dan dikecewakan” kata abbas.

Anwar Abbas berharap dalam penunjukan kapolri di tengah situasi seperti ini tentu saja presiden diharapkan dan dituntut kearifannya dalam menunjuk kapolri. Sehingga kedepannya kapolri yang terpilih dapat diterima oleh masyarakat secara luas agar kita sebagai bangsa bisa berkonsentrasi penuh dalam menghadapi masalah berat bangsa yaitu mengatasi covid19 dan krisis ekonomi.

Facebook Comments
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *