Hikmah Siang : Dibalik Belum Terkabulnya Doa

banner 500x500

Hajinews.id –Alqur’an secara tegas menyatakan, Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan permintaanmu,…” (QS. Al-Mu’min [40]: 60).

Di ayat yang lain, Allah berfirman: “…Aku mengabulkan doa orang yang berdoa bila ia berdoa kepada-Ku. Maka Hendaklah mereka memenuhi (panggilan)-Ku dan beriman kepada-Ku….” (QS. Al-Baqarah [2]: 186).

Bacaan Lainnya

banner 400x400

Lalu mengapa doa-doa yang dipanjatkan belum dikabulkan?

Dalam buku “M. Quraish Shihab Menjawab” dijelaskan bahwa kalimat “Orang yang berdoa bila dia berdoa” dalam ayat di atas menunjukkan bahwa boleh jadi ada seseorang yang memohon kepada-Nya, tetapi ia belum dinilai Allah sebagai berdoa. Karena itu, dalam Islam telah diajarkan cara dan adab berdoa.

Selain itu, menurut M. Quraish, ayat di atas juga mengisyaratkan bahwa yang pertama dan utama dituntut dari orang yang berdoa adalah “memenuhi panggilan atau melaksanakan ajaran agama”. Karena itu, dilansir Ihram.co.id, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah, Nabi Saw menguraikan keadaan seseorang yang melakukan perjalanan jauh, sehingga pakaiannya lusuh. Dia mengangkat tangannya ke langit sambil berdoa,

“Wahai Allah, wahai Tuhan, (perkenankan doaku!” Tetapi makanan yang dimakannya haram, minuman yang diminumnya haram, pakaian yang dikenakannya haram, dan diberi makan dari barang haram. Maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan? (HR. Muslim).

Berdasarkan hadits tersebut, maka seseorang yang masih melakukan perbuatan maksiat dan melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah doanya kemungkinan besar tidak akan dikabulkan. Meskipun ia rajin ke masjid dan berdoa, tapi jika makanan dan minuman yang dikonsumsinya tidak halal doanya tidak akan terkabul. (dbs)

 

 

Facebook Comments
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *