‘Drama Korea’ Mensos Risma Berbuntut Laporan Ke Polisi

banner 500x500

Hajinews – Mungkin Mensos Tri Rismaharini tidak akan menyangka kalau aksi blusukan yang dia lakukan di hari-hari pertamanya akan menimbulkan berbagai ragam komentar baik dari warganet, pengamat politik dan warga sekitar yang setiap hari lalu lalang melewati jalan-jalan protokol seputar Thamrin.

Adalah pemilik akun Facebook bernama Adhe Idol yang mengaku mengenal sosok gelandangan yang ditemui Risma pada Senin (4/1/2021) itu.

Bacaan Lainnya

banner 400x400

Adhe mengunggah foto dua orang berambut putih dan bertopi yang diduga PMKS tengah makan bersama, Adhe menyatakan, pria gondrong rambut putih itu adalah “orang PDIP”, dan berjualan poster Presiden RI pertama Soekarno serta es kelapa.

“Kalau yg menghadap ke depan atau yg rambutnya putih/ubanan kek kenal itu, tukang jualan poster Soekarno Menang dia orang PDIP. Lokasi jualanya jln Minang kabau Manggarai, selain itu dia juga jualan kelapa muda. Terciduk juga ,” tulis akun Adhe Idol yang di-capture dan diunggah Andhy, yang dibalas oleh beberapa komentar dari akun-akun lain.

Dilansir dari laman duta.co (7/1/2021) Wakil Ketua Umum Pergerakan Penganut Khitthah Nahdliyyah (PPKN), Tjetjep Muhammad Yasin, akan melaporkan aksi Menteri Sosial Tri Rismaharini (Risma) saat menyisir gelandangan di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat ke Polda Metro Jaya. Aksi Mensos ini oleh netizen disebut sebagai ‘Drama Korea Risma’.

“Mengerikan sekaligus memalukan. Saya sudah beli tiket untuk terbang Jakarta, melaporkan masalah ini ke Polda Metro Jaya. Polisi harus beranin membongkar dugaan kebohongan publik, hoaks,” demikian disampaikan Gus Yasin, panggilan akrab Tjetjep Muhammad Yasin.

Menurut Gus Yasin, tugas penting Mensos RI sekarang bukan menemui gelandangan. Apalagi, kalau benar itu adalah ‘sinteron’ yang disetting untuk pencitraan. Kalau benar, sangat melukai hati rakyat. “Mensos sekarang harus bekerja keras mengawal Bansos (bantuan sosial) triliunan rupiah. Benarkah bansos itu sampai kepada yang berhak? Ini yang harus segera diatasi Mensos RI. Bukan blusukan ke selokan,” tegasnya.

Masih menurut Gus Yasin, sebentar lagi, pemerintah melakukan pembatasan kegiatan masyarakat di Jawa dan Bali, mulai 11 sampai 25 Januari 2021. Ini untuk mengurangi penularan Covid-19. Dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) itu, kegiatan ekonomi masyarakat dibatasi.

“Adalah tugas Mensos RI untuk mengawal program ini. Omongan kosong rakyat kuat, kalau ekonomi ambruk. Jadi, jangan sibuk pencitraan, apalagi kalau ada indikasi kebohongan publik. Polisi harus berani tertibkan kinerja pejabat. Jangan dibiarkan kabar-kabar hoaks menyasar masyarakat,” tegasnya.

Facebook Comments
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *