Muhammadiyah Kaji Bikin Bank Syariah, Ini Aset Kekayaannya

ilustrasi istimewa
banner 500x500

Jakarta, Hajinews.id – Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah sedang mengkaji pendirian bank syariah baru. Gagasan pendirian Bank Syariah Muhammadiyah itu muncul, dengan misi penguatan ekonomi umat khususnya mereka yang berusaha di skala UMKM.

Rencana pendirian Bank Syariah Muhammadiyah tersebut berdasarkan kajian internal dari pengurus Muhammadiyah di beberapa daerah, meskipun diakui belum menjadi keputusan muktamar yang merupakan forum tertinggi di ormas Islam tersebut.

Bacaan Lainnya

banner 400x400

“Hal ini sedang disiapkan, agar di Muktamar Muhammadiyah nantinya dapat menjadi salah satu rekomendasi. Dengan adanya proses kajian mendalam dan izin dari OJK, saya bilang itu bisa paling cepat di 2022,” kata Pengurus Muhammadiyah di Magelang dan Akademisi Bidang Keuangan Islam UII Yogyakarta, Rifqi Muhammad, dikutip dari Kumparan, Rabu (30/12/2020).

Untuk mendirikan bank syariah, tentu membutuhkan modal yang besar. Lantas berapakah kekayaan yang dimiliki Muhammadiyah?

Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agung Danarto, menyebutkan aset tanah yang dimiliki organisasi itu mencapai tidak kurang dari 21 juta meter persegi.

“Saya percaya, tidak kurang dari jumlah tersebut. Suatu jumlah yang banyak. Ada yang sudah dimanfaatkan dan 50 persen belum dimanfaatkan,” ujar Agung.

“Dulu saya mengira tanah wakaf yang belum dimanfaatkan ukurannya kecil-kecil ternyata setelah saya di PP tidak semuanya kecil, yang hektaran juga tidak sedikit, 9.000 meter yang di daerah cukup strategis juga ada,” lanjutnya.

Jumlah dana organisasi yang sudah berumur 108 tahun ini di tujuh bank syariah yang ada di Indonesia, diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah.

Terkait hal ini, Ketua Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah, Anwar Abbas mengatakan, hingga kini pihaknya belum bisa memastikan berapa total simpanan organisasinya.

“Belum dihitung, saya belum tahu tentang angkanya, Tim baru akan mengkaji. Kan Bank Syariah Indonesia ini baru akan berjalan 1 Februari, jadi kami juga punya waktu 1,5 bulan,” ujar Anwa.

Sementara pada 2013 silam, Ketua Bidang Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, melaporkan jumlah dana Muhammadiyah di perbankan syariah kala itu mencapai Rp 20 triliun. Angka tersebut menurutnya bisa jauh lebih besar jika semua amal usaha di tingkat cabang dihitung.

 

Facebook Comments
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *