Empat Orang Penerima Vaksin Pfizer Alami Kelumpuhan Wajah

banner 500x500 banner 500x500

Hajinews.id – Empat orang yang mendapat vaksin virus korona Pfizer dalam uji coba perusahaan ternyata menderita Bell’s palsy atau kelumpuhan wajah sementara.Demikian diungkap laporan regulator Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, Rabu (9 Desember 2020).

Menyusul laporan FDA AS, muncul kekhawatiran di Inggris mengenai efek vaksin. Tapi pihak regulator kesehatan Inggris menepis ketakutan dengan menyebut empat orang yang terkena Bell’s palsy dari 22 orang yang divaksin merupakan angka moderat.

Bacaan Lainnya

banner 400x400

Selain itu, dikutip Galamedia dari DailyMail, FDA mengatakan belum jelas apakah benar vaksin tersebut yang menyebabkan Bell’s palsy atau ada penyebab lainnya. Meski demikian FDA memperingatkan dokter untuk memperhatikan efek samping. Selain itu, FDA juga meminta Pfizer memantau berapa banyak orang yang terkena serangan serupa.

Sejauh ini tidak ada yang tahu apa sebenarnya penyebab Bell’s palsy, yang sebagian besar sembuh dengan sendirinya. Dan ini bukan pertama kalinya kelumpuhan wajah dikaitkan dengan vaksin. Para ilmuwan pun menyatakan suntikan tidak memicu Bell’s palsy kecuali dalam satu kasus. Yaitu injeksi vaksin flu Swiss yang dijual selama musim flu 2001-2002. Vaksin dimaksud pun langsung ditarik dari peredaran.

FDA mengatakan jumlah kasus Bell’s palsy dalam uji coba vaksin Pfizer ‘konsisten dengan frekuensi yang dilaporkan dalam kelompok dengan tingkat latar belakang yang diharapkan pada populasi umum.’ Tetapi tidak ada dasar yang cukup jelas untuk menyimpulkan hubungan kausal antara vaksin Pfizer dengan kasus Bell’s palsy dimaksud. Yang pasti kasus-kasus serupa akan tetap dicermati.

Di antara empat orang yang menderita Bell’s palsy dalam kasus Pfizer ini, salah satunya mengalami kelumpuhan atau kelemahan otot wajah tiga hari setelah menerima suntikan. Namun wajah kembali normal sekitar tiga hari setelah itu. Sedangkan orang yang kedua yang mengalaminya mulai merasakan gejala sembilan hari setelah menerima suntikan.

Sementara dua lainnya 37 dan 48 hari setelah vaksinasi. Masing-masing dari ketiganya sembuh dari kelumpuhan wajah dalam 10 hingga 21 hari.

Bell’s palsy datang tiba-tiba dan tampak seperti stroke. Kebanyakan ditandai satu sisi wajah yang kaku dan otot menjadi lemah. Dalam kasus yang jarang terjadi, kedua sisi wajah bisa lumpuh sementara.

 

 

Facebook Comments
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Komentar