Hikmah Siang : Jangan Mengeluh pada 8 Lelah Ini, karena Tak Disukai Allah

banner 500x500

Hikmah siang ini, Tak bisa dipungkiri bahwa kita sebagai umat Islam sering kali mengeluh lelah.Umat Islam sebaiknya jangan mengeluh terhadap 8 jenis kelelahan ini karena disukai Allah dan Rasulullah 

Hajinews.id – Tak bisa dipungkiri bahwa kita sebagai umat Islam sering kali mengeluh lelah. Lelah ini dan lelah itu. Padahal hukum mengeluh dalam Islam adalah dilarang. Bahkan ada enam ayat Al Quran yang melarang umat Islam untuk mengeluh. Selain mengeluh yang dilarang dalam Islam, ternyata ada 8 lelah yang disukai Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Bacaan Lainnya

banner 400x400

 

1. Lelah mencari nafkah halal

Rasulullah secara khusus memberikan kabar gembira kepada siapa saja yang rela lelah dalam mencari rezeki yang halal. Kabar gembira tersebut adalah dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah.

“Barangsiapa yang di waktu sore merasa lelah lantaran pekerjaan kedua tangannya (mencari nafkah) maka di saat itu diampuni dosa baginya.” [HR. Thabrani]

Dalam Al Quran pun Allah memerintahkan umat Islam untuk mencari nafkah. “Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung,” (Q.S A Jumuah: 10).

2. Lelah mengurus keluarga

Dalam QS At Tahrim ayat 6, Allah memerintahkan kita untuk mengurus keluarga.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

3. Lelah mengurus anak

Bagi Muslimah, lelah mengurus anak sangat disukai Allah dan Rasulullah. Mulai dari lelah mengandung, melahirkan, menyusui, merawat dan mendidik anak amanah dari Allah.

Hal itu terdapat dalam QS Luqman ayat 14. “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”

4. Lelah jihad di jalan Allah

Siapa sangka, lelah dalam jihad di jalan Allah ternyata disukai Allah dan Rasulullah. Namun jangan datar dalam mengartikan jihad. Jihad tak melulu tentang perang. Bersungguh-sungguh dalam bekerja juga termasuk jihad. Suatu ketika Rasulullah dan para sahabat melihat ada seorang laki-laki yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja, seorang sahabat berkomentar: “Wahai Rasulullah, andai saja keuletannya itu dipergunakannya di jalan Allah.”

Rasulullah menjawab: “Apabila dia keluar mencari rezeki karena anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena kedua orang tuanya yang sudah renta, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena dirinya sendiri supaya terjaga harga dirinya, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena riya’ dan kesombongan, maka dia di jalan setan.” (Al-Mundziri, At-Targhîb wa At-Tarhîb)

5. Lelah menyeru kebaikan

Lelah dalam menyeru kebaikan juga disukai Allah dan Rasulullah. Lelah dalam berdakwah dan mengajak orang lain pada kebaikan. Hal ini terdapat dalam QS Fushilat ayat 33.

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?’”

6. Lelah beribadah

Lelah dalam beribadah dan beramal soleh termasuk lelah yang disukai Allah. “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari) keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik,” (QS. Al-Ankabut :69).

7. Lelah belajar

Giat belajar dan menuntut ilmu hingga lelah berarti mendapat ridho dari Allah karena disukai-Nya. Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah”. Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya. (QS Ali Imran ayat 79).

8. Lelah dalam keterpurukan

Lelah dalam keterpurukan maksudnya ialah lelah dalam keadaan kesusahan, kekurangan, dan sakit.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah post gembira kepada orang-orang yang sabar,” (Q.S Al Baqarah ayat 155).

( Sumber : jabarnews).

Facebook Comments
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *