Mulai Pertarungan Politik Istana

Mulai Pertarungan Politik Istana
istana negara
banner 500x500

Analisis yang bagus ENG …ING….ENG……

By M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Hajinews – Tertangkap tangan Edhy Prabowo Menteri KKP asal Gerindra cukup mengejutkan. Di tengah tekanan gerakan moral KAMI, revolusi akhlak HRS, serta beratnya kondisi ekonomi efek Covid 19, kini masalah baru muncul. Menteri terkena OTT KPK

Bacaan Lainnya

banner 400x400

Kalimat ruwet ruwet Jokowi semakin menggema baik ke seantero negara maupun ruang istana. Terjepit oleh kepentingan para pencari keuntungan dari “all the president’s men”. Termasuk cara kerja Menteri yang berantakan. Hilang visi dan koordinasi.

Edhy Prabowo

adalah tangan kanan Prabowo. Penangkapannya cukup aneh. Apakah menjadi bagian dari skenario Presiden atau bukan ? Pertanyaan yang wajar mengingat KPK tak bisa lepas dari peran Dewan Pengawas yang tak lain adalah “orangnya” Presiden. Jika bukan, maka artinya ada musuh dalam selimut yang sukses menerobos istana.

Kementrian di bawah Eddy Prabowo menjadi sarang bisnis Gerindra. Sebagaimana Menteri dari parpol lain juga membawa misi kepentingan partai khususnya dalam menghimpun dana. OTT Menteri bernilai politis untuk mematikan semua jalinan bisnis ikutannya. Ini akan menjadi tekanan dan ancaman bagi Prabowo Subianto yang sudah berupaya menjadi “anak manis”.

Ada keretakan Prabowo dengan Jokowi. Juga mungkin dengan Megawati yang membawa Prabowo. Tapi bukan mustahil pula ada keretakan antara Jokowi dengan Megawati yang jengkel melihat Jokowi tak kunjung mereshuffle kabinet. Megawati tak puas atas peran yang dinilainya kecil.

JK bersama Golkar sudah mulai bermain. JK menyatu bersama HRS dan Anies. Golkar dukung pencabutan RUU HIP dari Prolegnas Prioritas 2021. Sementara Nasdem lebih dulu “hengkang” dengan mengelus-ngelus Anies. Sesuatu yang tabu untuk kepentingan Jokowi ke depan.

Ketika Polisi babak belur disorot sebagai alat kekuasaan, TNI begitu bagus di depan rakyat. Teori perimbangan sebagaimana dimainkan orde lama dahulu menghendaki TNI yang tidak terlalu kuat. Pelemahan menjadi keniscayaan. TNI harus dibuat babak belur pula di depan rakyat. Kasus ancaman Panglima TNI, baliho Pangdam, dan karangan bunga Makodam adalah momen untuk meruntuhkan wibawa TNI.

Kini Eddy Prabowo, istri dan petinggi KKP telah tertangkap. Entah apa peran Ngabalin yang ikut sepesawat dari Amerika tetapi kemudian dilepas. Mata-matakah ?
Ada agenda apa pula di Amerika ? Menjadi sensitif dalam pertarungan global dengan kepentingan China di Indonesia.

Peristiwa ini menyimpan misteri pertarungan politik di Istana.
Ada episode lanjutan yang bakal jauh
lebih menarik. Pembersihan atau penggulingan kekuasaan dari dalam ? Semua mungkin saja.

Bandung, 26 Nopember 2020

Facebook Comments
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *