Hikmah Siang : Bagaimana Meraih Keberkahan dalam Makanan?

(Foto ilustrasi: iStock)
banner 500x500

Hikmah siang ini, makanan yang halal dan memakannya dengan menyebut nama Allah, maka makanan-makanan itu akan menjadi kekuatan dan akan mendorong orang yang memakannya untuk melaksanakan amal-amal kebaikan.

Hajinews.id – Ada satu doa hampir semua orang hapal, termasuk anak-anak usia dini. Yaitu doa sebelum makan, “Allaahumma baarik lanaa fiimaa razaqtanaa wa qinaa ‘adzaabannaar.” Inti dari doa ini adalah “memohon keberkahan” dari rezeki yang telah Allah karuniakan, sehingga kita terpelihara dari keburukan (terutama dari siksa neraka).

Bacaan Lainnya

banner 400x400

Bagaimana sebenarnya, mencari keberkahan dalam makanan yang kita makan ini? Ada ceramah menarik yang disampaikan Ustadz Mubarak Bamualim, Lc, M.H.I, tadi pagi. Beliau menerangkan dari sebuah hadis yaitu hadis dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘Anhu, bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذا وَقَعَتْ لُقمَةُ أَحدِكُمْ، فَليَأْخُذْهَا فَلْيُمِطْ مَا كَانَ بِهَا مِنْ أذىً وليَأْكُلْهَا، وَلاَ يدَعْها للشَّيطَانِ، وَلا يمسَحْ يَدهُ بِالمِنْدِيلِ حتَّى يَلعقَ أَصَابِعَهُ، فإِنه لاَ يَدرِي في أَيِّ طعامِهِ البركةُ

“Apabila ada sepotong makanan kalian yang jatuh, maka ambillah potongan makan yang jatuh itu kemudian bersihkan dan makanlah. Dan janganlah orang itu membiarkan makanan tersebut untuk syetan. Dan jangan dia mengeringkan tangannya dengan sapu tangan (tisu atau serbet) hingga diamenjilati jari jemarinya. Karena sesungguhnya dia tidak mengetahui pada bagian manakah dari makan dia itu yang disana terdapat berkah.” (HR. Muslim)

Hadis ini menjelaskan kepada kita tentang tuntunan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengajarkan untuk pandai mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga betul-betul kita manfaatkan rezeki yang diberikan oleh Allah ‘Azza wa Jalla kepada kita. Jangan kita remehkan, jangan kita bersikap tabdzir (boros), terkadang ada orang yang makanannya jatuh baru sebentar atau jatuh di tempat yang tidak ada kotorannya sama sekali, itu langsung dibuang. Padahal Islam melarang kita tabdzir.

Oleh karena itu kalau kita mempunyai makanan yang cukup, manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jika misalnya seseorang tidak mau memakan makanan itu, sedekahkan kepada orang lain. Karena masih banyak orang-orang yang kurang makanannya. (Sumber : Sindonews).

Facebook Comments
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *