BERANDA BERITA EKONOMI UTAMA

Pengajuan Pinjol Sudah Kembali Normal

 

Jakarta, Hajinews.id – Pengajuan pinjaman online (pinjol) pada September 2020 sebesar Rp 7 triliun. Angka ini, Asosiasia Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) menilai telah kembali ke posisi normal, yakni sebelum pandemi Covid-19.

“Ini adalah angka yang sama dengan saat pre pandemi Desember 2019 dan Januari 2020 yang kurang lebih Rp7 triliun,” kata Wakil Ketua Umum AFPI, Sunu Widyatmoko, baru-baru ini.

Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) realisasi pinjaman baru fintech peer to peer lending secara kumulatif hingga akhir September sebesar Rp 40,47 triliun.

Kendati demikian, besarnya jumlah penyaluran pinjaman tersebut tak serta-merta dapat diartikan sebagai hal yang positif. Pasalnya, kata Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Izzudin Al Faras, kenaikan itu juga diikuti dengan meningkatnya risiko pinjaman bermasalah.

Artinya, besar kemungkinan pengajuan utang melalui pinjol terjadi karena masyarakat tak lagi memiliki uang untuk membiayai kebutuhan sehari-hari di tengah pandemi. Di sisi lain, mereka berisiko tidak bisa melunasi utangnya karena pendapatan belum pulih.

Dalam catatan OJK, TKB90 atau indikator keberhasilan penyelesaian kewajiban pembiayaan pinjol anjlok hingga 5,54 poin persen dibandingkan September 2019 ke level 91,73 persen. Posisi ini juga lebih buruk ketimbang TKB90 Desember 2019 yang masih berada di level 96,35 persen.

Sementara tingkat kredit bermasalah atau TWP90 menunjukkan angka 7,99 persen-meneruskan tren kenaikan dari 3,92 persen pada Februari 2020 ke angka 4,22 persen pada Maret 2020, serta berlanjut ke 4,93 persen (April 2020), 5,1 persen (Mei 2020), dan 6,13 persen (Juni 2020).

Alhasil, sepanjang 2020 angka TWP90 telah mengalami kenaikan hingga 118,8 persen (year-to-date/ytd), dari posisi 3,98 persen pada Januari 2020.

 

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: