BERANDA DAKWAH MUTIARA HIKMAH UTAMA

Hikmah Malam : Melatih Nafsu yang Jadi Sahabat dan Musuh Terberat Manusia

 

Hikmah malam ini, manusia diciptakan memiliki nafsu yang sering kali memerintah kita untuk melakukan hal yang baik untuk kepentingan diri sendiri. Namun, bagaimana Islam memberikan pedoman terhadap nafsu?

HAJINEWS.ID – Suatu ketika seseorang mendapat ejekan yang benar-benar menghinakan dirinya dari temannya. Ejekan itu membuat hatinya sakit. Terbesit di pikiran orang tersebut untuk membalas penghinaan terhadapnya supaya lega hatinya. Namun orang ini terus berpikir keras untuk memilih antara membalas ejekan yang serupa atau membiarkan temannya. Setelah berpikir panjang, ia memutuskan untuk mengacuhkan ejeken tersebut dan membiarkan temannya terus mengoceh.

Allah berfirman dalam surat Yusuf ayat 53 yang artinya:

“Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.”

Pergolakan batin antara memilih mengikuti kehendak nafsu untuk membalas dan bersabar sering kita dapati bahkan rasakan. Manusia memang diciptakan memiliki nafsu yang sering kali memerintah kita untuk melakukan hal yang baik untuk kepentingan diri sendiri. Namun, bagaimana Islam memberikan pedoman terhadap nafsu?

Berikut penjelasannya dikutip dari AboutIslam:

1. Meluangkan waktu untuk berpikir

Saat dihina orang lain, nafsu cenderung akan mengarahkan untuk segera membalas hinaan tersebut. Hanya saja, jika kita meluangkan waktu untuk berpikir sejenak, menimbang baik dan buruknya saat kita membalas hinaan tersebut maka itu lebih baik. Nafsu anda akan mulai berbicara dengan akal anda (‘aql) dan menimbang opsi untuk menemukan manfaat maksimal bagi diri Anda sendiri. Kendati demikian pemikiran dalam tentang sesuatu tidak melulu harus berbuah menolak nafsu. Seperti saat seseorang melihat sepatu bagus di mall, jika memang butuh maka tidak mengapa untuk diambil.

2. Kembali kepada Tuhan

Allah berfirman:

“Wahai orang-orang yang jiwanya tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoi dan masuklah di antara hamba-Ku [yang benar] dan masuklah ke Firdaus-Ku (8 27-30).

Ini adalah ayat Alquran yang sering dihubungkan ketika seseorang meninggal. Namun, kembali kepada Tuhan adalah cara penting untuk melatihnya. Nafs Anda adalah tentang Anda, dan karena itu semua tentang dunia ini. Nafs (jiwa) dapat mudah tersesat dan menghancurkan kehidupan ini dan kehidupan selanjutnya. Oleh karena itu, bekerjalah untuk mengembalikan nafs Anda ke tempatnya semula, sejalan dengan apa yang diinginkan Tuhan. Lakukan ini melalui mengingat Tuhan atau dzikir dan dengan melakukan kewajiban agama Anda seperti doa tepat waktu. Ini akan membantu Anda mengendalikan impuls dan mendisiplinkan pikiran Anda.

3. Percayalah pada dirimu sendiri

Poin ini mungkin tampak sedikit kontradiktif, tetapi nafs memiliki sisi lain. Anda tahu saat Anda telah membuat kesalahan. Pikiran Anda mungkin mulai lepas kendali, memikirkan semua hal buruk yang akan terjadi pada Anda dan konsekuensi yang harus Anda hadapi. Itu adalah nafsmu yang berbicara. Karena ia menginginkan yang terbaik untuk Anda, nafs Anda dapat mengambil kendali dan menjadi pengkritik terberat Anda.Ketika ini terjadi, tarik napas dalam-dalam dan temukan hal lain untuk memenuhi pikiran Anda. Pergi alihkan dan tenangkan diri. Ketika kecemasan Anda mereda dan dialog internal yang kita bicarakan mengambil alih, Anda akan mulai memahami bahwa kesalahan Anda mungkin bukan masalah besar dan Anda akan selamat. Sekalipun ada konsekuensi negatif, tangani dengan iman dan keyakinan. Anda adalah orang yang berharga. Orang yang membuat kesalahan, tentu saja, tetapi terlepas dari itu semua berusaha melakukan yang terbaik.

Hikmah malam ini, Nafs Anda adalah tentang Anda, dan karena itu semua tentang dunia ini. Nafs dapat dengan mudah tersesat dan menghancurkan kehidupan ini dan kehidupan selanjutnya. Oleh karena itu, bekerjalah untuk mengembalikan nafs Anda ke tempatnya semula, sejalan dengan apa yang diinginkan Tuhan. (sumber : Republika).

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: