Saudi Tingkatkan Pajak 15%, Menag: Kemungkinan Biaya Haji 2021 Naik

Menag Fachrul Razi. Foto: Dok Instagram
banner 500x500

banner 800x800

banner 800x800

Jakarta, hajinews.id – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyampaikan ada kemungkinan terjadi kenaikan biaya haji pada peyelenggaraan 1442 Hijriah atau 2021 Masehi. Pasalnya, pembatalan keberangkatan jamaah haji 2020, berdampak pada penyediaan layanan akomodasi, transportasi, dan konsumsi yang sudah dilakukan. Selain itu, juga ada kenaikan pajak bagi layanan umrah sebesar 15% yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi.

“Kenaikan ini akibat kebijakan pemerintah Arab Saudi menyatakan terdapat kenaikan pajak bagi layanan jamaah umrah menjadi sebesar 15%,” kata Fachrul dalam Rapat Kerja DPR RI Komisi VIII, sebagaimana hajinews.id kutip dari Sindonews pada Rabu (18/11/2020).

Bacaan Lainnya


banner 400x400

“Sehingga hal ini berdampak kepada kemungkinan kenaikan BIPIH yang telah dibayar lunas oleh jamaah haji tahun 2020, akibat kenaikan harga layanan akomodasi, konsumsi dan transportasi,” kata Fachrul.

Fachrul mengungkapkan, untuk memberikan kemaslahatan kepada umat, pembahasan BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) 1442 Hijriyah atau 2021 Masehi perlu sangat hati-hati dalam menyikapi hal tersebut. “Oleh karenanya kami sarankan kepada Komisi VII DPR RI, bahwa jamaah haji tahun 2021 tidak perlu melakukan penambahan BIPIH bila memungkinkan,” katanya.

“Dan kekurangan BPIH ditutup dari nilai manfaat yang diperoleh dari jamaah haji dalam kurun waktu 1 tahun menunggu,” kata Fachrul.

 

 

 

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Komentar