BERANDA BERITA INFO HAJI & UMROH UTAMA

Jatah Kuota Haji Kini Bisa “Diwariskan”

Masjidil haram
   

Jakarta, Hajinews.id – Adanya aturan batas usia haji maksimal 50 tahun, membuat masyarakat kecewa. Bagi anda yang tidak bisa berangkat, Jatah Kuota Haji Kini Bisa “Diwariskan”.

Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan peraturan bahwa jatah kuota haji dengan Calon Jamaah Haji (CJH) yang telah masuk dalam kuota keberangkatan bisa digantikan kepada ahli waris lain.

Dilansir dari wartabromo.com, meninggal atau mengalami sakit permanen, kuota dimaksud bisa ‘diwariskan’ alias digantikan kepada ahli waris lain. Syaratnya, pihak pengganti yang ditunjuk mendapat persetujuan dari ahli waris lainnya.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag (Kementrian Agama) Kabupaten Pasuruan, Imron Muhadi mengatakan, kebijakan itu mulai berlaku tahun ini.

Hal itu sesuai dengan Keputusan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 130 Tahun 2020 yang mengatur tentang Pelimpahan Nomor Porsi Jemaah Haji Meninggal Dunia atau Sakit Permanen.

Sekaligus tindak lanjut dari UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah pasal 6 ayat (1) huruf k, yang menyatakan bahwa pelimpahan nomor porsi jemaah haji karena meninggal dunia atau sakit permanen dapat diberikan kepada ahli waris yang telah ditunjuk dengan surat kuasa.

Bukan hanya terhadap CJH meninggal. Keputusan pengalihan porsi kuota haji juga berlaku bagi CJH sakit permanen yang membuatnya berhalangan berangkat.

 

 

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: