BERANDA BERITA UMROH UTAMA

Jamaah Wajib Karantina 3 Hari, Jika Sehat Boleh Umrah

jamaah haji
Jamaah haji. Foto: AP
   

Jakarta, Hajinews.id–Kerajaan Arab Saudi dikabarkan mengeluarkan regulasi terkait pedoman protokol Kesehatan pelaksanaan ibadah umrah, yang mulai dibuka secara internasional 1 November 2020 mendatang. Dari beberapa regulasi yang dikeluarkan tersebut, setidaknya dua item yang memberatkan jemaah dan umrah dan travel dan biro perjalanan, yakni terkait batasan usia yang diizinkan beribadah adalah 18-50 tahun, sedangkan syarat yang memberatkan lainnya adanya kebijakan karatina selama tiga hari setibanya di lokasi tujuan.

Hal itu dikatakan Kabid Kelembagaan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Sumsel, H Harie Madhona SSTP, MSi, Minggu (25/10/2020) seperti dikutip dari Sriwijayapost.com. Menurutnya, adanya pembatasan usia, jelas merugikan calon jemaah umrah karena rata-rata atau sekitar 60 persen, jemaah umrah usia di atas 50 tahun.

“Coba bayangkan, ada jemaah yang daftar ke biro perjalanan itu terkadang satu keluarga. Misalnya, ada anak ingin membawa serta orangtuanya dengan tujuan agar orangtuanya bahagia karena bisa beribadah bersama. Jika dibatasi usia, maka orangtua mereka tidak bisa ikut. Otomatis, kasihan dan anak-anak tak tega pergi sendirian tanpa orangtua,” katanya.

Sementara dari kebijakan karatina tiga hari di Arab Saudi, menurut Harie, hal itu juga mengurangi jumlah hari bagi jemaah untuk beribadah. Jika paket ibadah sembilan (9) hari perjalanan, maka waktu efektif di Arab Saudi tujuh hari, jika jemaah dikarantina tiga hari, maka waktu tersisa untuk beribadah di Mekkah dan Madinah, hanya empat hari. Itu artinya, jemaah hanya bisa shalat danberziarah di Masjid Nabawi hanya satu hari, dan sisanya langsung ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah umrah.

Dengan situasi seperti itu, maka calon jemaah umrah praktis hanya bisa melaksanakan ibadah umrah wajib saja, sedangkan untuk pelaksanaan umrah sunat, baik jemaah maupun biro perjalanan tidak memiliki waktu lagi karena sudah harus persiapan untuk pulang ke tanah air.

Terpisah Sekjen Jaringan Alumni Timur Tengah (JATT) Pusat H Irawan Taqwa Lc, MMketika dihubungi, ia juga membenarkan adanya regulasi terkait standar protokol pelaksanaan umrah yang dikeluarkan Arab Saudi. Namun baginya, hal itu bukan menjadi fokus bahasan dari JATT karena terkait perlindungan dan keamanan jemaah umrah merupakan tanggung jawab pemerintah kerajaan Aran Saudi.

“Kami pikirkan,saat ini adalah begitu dibuka pelaksanaan umrah internasional 1 November besok itu, apakah kerajaan Arab Saudi memberikan indonesia tiket masuk atau salah satu negara yang diterima saat situasi pandemik yang tengah terjadi,” katanya.

Menurut Irawan Taqwa,berdasarkan jadwal, seharusnya Arab Saudi sudah merilis nama-nama negara yang diizinkan masuk pada 20 Oktober lalu. Namun nyatanya belum dirilis.

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: