Dengan datang langsung ke Planet NUFO, akan langsung tampak keunikan pesantren yang terletak di sebelah timur Desa Mlagen, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah ini. Dari jalan dan halaman depan nampak sebuah dua rumah bambu. Yang satu ada tulisan PLANET NUFO dengan huruf kapital. Yang satunya lagi bertuliskan Qur’anic Habits Camp. Menembus dua rumah berbentuk limas itu, akan langsung terlihat bilik-bilik santri yang juga tidak umum, karena berbentuk gorong-gorong raksasa berdiameter 2 meter yang disebut dengan rumah kapsul. Ada belasan rumah kapsul yang berjajar dengan rapi sepanjang jalan di dalam. Ada juga rumah tembik konvensional yang berfungsi asrama. Tidak ada gedung besar dan tinggi. Tidak ada ruang kelas. Lalu di mana kegiatan belajar mengajar diselenggarakan? KBM diselenggarakan di bawah pohon rindang, di atas perahu kuno yang diposisikan di halaman, di gazebo-gazebo yang bertebaran di setiap sudut arel Planet NUFO. Dan yang paling menarik dan menjadi nilai lebih sekolah alam ini adalah proses pendidikannya lebih banyak dilakukan secara semi privat dan privat. Disebut demikian karena di gazebo-gazebo berbagai bentuk itu, satu guru hanya mengajar tidak lebih dari 4 orang murid. Memang ada kelas besar, tetapi itu hanya untuk menyampaikan materi secara umum. Selanjutnya, untuk memastikan bahwa semua murid paham, ada guru-guru yang bertanggung jawab untuk memastikan mereka benar-benar paham dengan cara semacam mentoring.
Untuk membaca dan memahami teks Arab, Planet NUFO mengadopsi metode pesantren salafiyah dengan metode utawi-iku untuk mengajarkan i’rab. Metode ini dipilih walaupun santri Planet NUFO berasal dari seluruh penjuru Indonesia karena metode yang diintrodusir oleh Kiai Saleh Darat ini teruji paling bisa membuat santri mudah menguasai i’rab secara detil. Dan ini menjadi syarat wajib untuk bisa menghafalkan al-Qur’an. Dengan kata lain, jika murid belum menguasai i’rab ini, maka tidak diperbolehkan menghafalkan al-Qur’an. Sebab, menghafalkan al-Qur’an tanpa mengetahui artinya memiliki tingkat kesulitan hingga tujuh kali lipat. Dan inilah yang menurut pengasuh Planet NUFO dianggap sebagai faktor yang membuat anak tidak akan pernah mampu menyelesaikan hafalan sampai 30 juz. Dengan menguasai i’rab ini, santri dengan kekuatan memori normal bisa menghafal 30 juz kurang dari 2 tahun. Tanpanya, dalam waktu 3 tahun hanya mampu menghafal 13 juz saja. Itu pun dengan kualitas hafalan yang tidak masuk dalam kategori bagus. Al-Qur’an, hadits, dan hazanah intelektual Islam klasik yang terdapat dalam kitab-kitab kuning dijadikan sebagai bahan dasar untuk membangun pemikiran Islam yang modern dan berorientasi masa depan. Titik tekannya adalah temuan sains dan teknologi, setidaknya inovasinya. Sebab, al-Qur’an sesungguhnya memiliki banyak inspirasi untuk pengembangan sains dan teknologi. Karena itulah, di antara ambisi Planet NUFO adalah reintegrasi sains dan teknologi ke dalam Islam. Dari sini, diharapkan akan lahir generasi baru yang sebelum lulus SMU sudah hafal dan memahami al-Qur’an, lalu melanjutkan studi di fakultas-fakultas sains dan teknologi. Bayangan akan ada banyak penghafal al-Qur’an yang berprofesi sebagai dokter, insinyur, dan pakar IT akan makin menguat.
Mengarahkan pandangan dari halaman Planet NUFO ke arah sebrang, akan nampak lahan kebun sayuran yang sampingnya ada kandang domba yang bisa diduga telah didesain secara integratif. Jika kebetulan ada yang membawa pakan hijauan masuk ke areal kandang itu, suara ratusan domba di dalamnya akan terdengar mengembek secara koor. Kotoran domba yang telah difermentasi oleh para santri senior langsung digunakan sebagai media untuk menanam sayur-mayur untuk mewujudkan swasembada pangan bagi seluruh penghuni Planet NUFO. Semua santri diharapkan memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat, sehingga tidak ada lagi cerita tentang santri yang lemah ekonomi. Sebab sejarah hidup Nabi Muhammad yang menjadi teladan adalah sejarah seorang anak kecil yang menggembala kambing, lalu menjadi pengusaha sukses, yang menikah dengan pengusaha dengan kekayaan 2/3 kekayaan Makkah, lalu menjadi pendakwah yang tidak pernah minta sumbangan, bahkan haram makan sedekah, lalu menjadi pemimpin politik di Madinah yang meninggal dunia dalam keadaan tanpa meninggalkan warisan. Semua harta kekayaan habis untuk perjuangan. Itulah kaya sejati yang hendak diinternalisasikan pada setiap diri santri Planet NUFO
Sumber : Baladena