BERANDA BERITA POLITIK UTAMA

Gara-gara Jokowi Bilang Tak Perlu Oposisi, Rocky Gerung: kekacauan Terjadi

Pengamat Politik Rocky Gerung. Foto: Dok Instagram
   

Jakarta, Hajinews.id – Pengamat Politik Rocky Gerung mengatakan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait tidak perlu opisisi dalam periode keduanya itu telah menyebabkan kekacauan dalam pemerintahannya.

Ucapan Jokowi, kata Rocky, ditandai dengan masuknya Prabowo Subianto dalam kabinet sebagai Menteri Pertahanan. Diketahui, Prabowo adalah rival Jokowi saat pilpres 2019.

Akibatnya, pihak yang kontra terhadap pemerintah seakan dibungkam lantaran tidak adanya filter dari partai oposisi yang suaranya bisa didengar langsung oleh presiden.

“Begini ya, seandainya ada partai oposisi, maka seluruh caci maki, hinaan itu difilter oleh partai, disampaikan sebagai pikiran politik. Kekacauan (belakangan) ini terjadi, karena Presiden Jokowi bilang enggak perlu oposisi,” kata Rocky dalam acara Mata Najwa, Rabu (21/10) malam.

“Kan (kekacauan) itu (akibat) langsung berhadapan dengan suara toa, lemparan caci maki,”

Rocky mengaku cukup geram dengan porsi partai oposisi yang sangat minim di Indonesia.

Hilangnya oposisi, kata dia, berakibat pada tidak adanya sarana untuk pihak-pihak yang kontra terhadap kebijakan pemerintah untuk menuangkan kritik dan sarannya.

“Saya mau mengucapkan itu karena enggak ada fasilitas untuk menitipkan pikiran, saya ke mana coba? Jokowi bilang enggak boleh ada opisisi, ini bukan soal kelembagaan, Jokowi bilang lho,” tukasnya. (mh)

 

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: