BERANDA BERITA DAKWAH UTAMA

Agar Ketaatan Kepada Suami Terasa Ringan Dilakukan

ISTRI PANGGIL NAMA ASLI SUAMI
ILUSTRASI
   

Hajinews.id – Suami adalah surga atau neraka bagi seorang istri. Keridhaan suami menjadi keridhaan Allah. Istri yang tidak diridhai suaminya karena tidak taat dikatakan sebagai perempuan yang dan kufur nikmat. Sebaliknya ketaatan istri pada suami adalah jaminan surganya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ ”.

“Jika seorang wanita menunaikan salat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”. (HR. Ahmad).

Dilansir dari sindonews.com, Istri yang taat juga merupakan ciri-ciri istri yang saleha. Dalam prakteknya, ternyata untuk taat kepada suami itu susah-susah gampang. Ada yang terasa ringan untuk dilakukan, tak jarang pula kewajiban itu terasa berat. Mulai dari hal yang besar, bahkan sampai hal yang kecil.

Terkadang suami menyuruh untuk berhenti bekerja sementara si istri masih ingin bekerja. Atau mungkin hal-hal yang kecil, suami meminta mengambilkan sesuatu padahal kita baru repot atau kecapekan. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa tips agar taat kepada suami tidak terasa berat, di antaranya :

1. Ikhlas

Lakukan karena ikhlas, yaitu karena istri ingin taat pada Allah dengan menaati suami. Dengan ikhlas, yang berat akan terasa ringan.

2. Ingat surga itu mahal

Para syuhada membelinya dengan darah mereka. Namun, seorang istri hanya diperintahkan taat pada suami saja, pintu surga dari mana saja dibukakan untuknya. Sangat mudah bukan?

3. Dengan taat, istri akan mendapatkan tempat yang istimewa di hati suami

Setiap istri pasti ingin menempati tempat yang spesial di hati suami yang tidak tergantikan dengan yang lain. Ingat dengan keinginan itu, maka taat kepada suami akan terasa ringan

4. Banyak bergaul dengan teman yang memiliki rasa hormat dan taat kepada suami mereka

Teman-teman seperti ini akan mengajarkan kepada kita bagaimana bermuamalah dengan suami. Kita akan merasa malu melihat mereka begitu taat pada suami sementara kita masih suka ngeyel (tidak nurut).

5. Membatasi bergaul teman yang suka mengatur dan membantah suami

Sering kali kesalahan teman menjadi pembenaran untukmelakukan kesalahan yang sama. ”Teman-temanku semua juga begini terhadap suaminya, memang wanita itu seperti ini.”

6. Selalu berdoa supaya Allah Ta’ala memberi taufik kepada kita agar menjadi istri saleha dan taat pada suami.

Hormati suami, dengan tidak meninggikan suara di hadapannya, menjadi penyejuk pandangannya, shingga kehadiran istri menjadi bunga bunga penghias kehidupannya yang indah.

7. Jangan membantahnya

Jika perintah suami merupakan hal yang benar-benar tidak kita suka, padahal suami menginginkanya. Jangan membantahnya. Kalau kita ingin, lakukan dengan cara yang halus. Ambil hatinya, bujuk dan rayulah dia. Bukankan wanita itu punya untuk merayu sementara sifat laki-laki itu tidak tahan dengan rayuan wanita? Kenapa tidak kita gunakan untuk meluluhkan hatinya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ

“Tidaklah aku pernah melihat orang yang kurang akal dan agamanya sehingga dapat menghilangkankan akal laki-laki yang teguh selain salah satu di antara kalian wahai wanita.” (HR. Bukhari)

8. Jika perintah suami adalah sesuatu yang haram, nasehati.

Namun nasehati dengan cara yang baik, jika suami tetap memaksa, maka inilah sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam;

لَا طَاعَةَ لِمَخْلُوقٍ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Allah ‘azza wa jalla” (HR. Ahmad)

Semua itu adalah syariat Allahyang sarat dengan hikmah. Dan hikmah dari melaksanakan dengan tulus semua ketetapan Allah di atas adalah berlangsungnya bahtera rumah tangga yang harmonis dan penuh dengan kenyamanan. Ketaatan pada suami pun dibatasi dalam perkara yang baik saja dan sesuai dengan kemampuan. Dilansir dari Sindonews.

 

 

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: