BERANDA BERITA UMROH UTAMA

Siap-siap! Biaya Umroh Naik 50 Persen Akibat Corona

Foto: Antara
   

Hajinews.id.– Kenaikan harga paket umrah di tengah pandemi Covid-19 diperkirakan mencapai 50 persen. Pemicunya adalah kenaikan harga tiket pesawat dan hotel di Saudi.

Dilansir dari jawapos.com, Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan harga acuan umrah sebesar Rp 20 juta. Dengan adanya potensi kenaikan biaya umrah sampai 50 persen, berarti tarif umrah yang semula Rp 20 juta melonjak jadi Rp 30 juta.

Sejumlah asosiasi travel umrah telah membuat perkiraan kenaikan harga umrah di tengah pandemi Covid-19. Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi) adalah salah satunya. Ketua Umum Sapuhi Syam Resfiadi memperkirakan kenaikan biaya umrah antara 30 persen sampai 50 persen.

Kenaikan itu di antaranya dipicu melonjaknya harga tiket pesat sekitar 20 persen sampai 30 persen karena selama masa pandemi, kapasitas penumpang pesawat hanya 70 persen saja. Selain itu juga menghitung adanya biaya untuk tes PCR sebelum menjalani penerbangan.

Faktor lain yang membuat harga umrah naik adalah biaya sewa hotel. Saat ini ketentuan di Arab Saudi satu kamar hotel maksimal diisi dua orang. “Sehingga cost sewa hotel bisa lebih mahal 40-50 persen dari biasanya sekamar bisa berempat,” jelasnya.

Masih dilansir dari jawapos, pembatasan kapasitas bus di Arab Saudi juga bisa membuat harga paket umrah naik. Saat ini kapasitas bus di Arab Saudi maksimal hanya 50 persen. Artinya dari dua tempat kursi, hanya bisa diisi satu orang saja. Otoritas Arab Saudi juga dapat menjual paket umrah termasuk dengan pendamping. Sehingga ada biaya tambahan untuk para pendamping atau muthawif.

Sementara itu Kemenag juga sudah mulai mengkaji patokan atau harga acuan umrah yang saat ini Rp 20 juta/jamaah itu. Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag M. Arfi Hatim belum bisa menyampaikan perkiraan kenaikan tarif umrah. Sebab Kemenag harus berdikusi dengan para asosiasi travel umrah terlebih dahulu

Saat ini rata-rata kasus baru Covid-19 di Saudi turun drastis. Dari semula sekitar 4.000 kasus baru per hari, turun menjadi rata-rata 300 kasus baru per hari. Sementara itu di Indonesia saat ini kasus baru Covid-19 rata-rata sehari 4.000 kasus. (Sitha/diolah dari berbagai sumber)

 

 

 

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: