BERANDA BERITA EKONOMI UTAMA

Ekspor RI Jeblok Karena Permintaan Batu Bara Loyo

Ilustrasi batu bara. Foto: Dok Pixabay
   

Jakarta, Hajinews.id – Penurunan permintaan batu bara dari Cina berdampak pada loyonya ekspor Indonesia. Badan Pusat Statistik (mencatat) sejak Juli hingga September, impor batu bara Cina terus menurun dan sepertinya akan berlanjut hingga Oktober ini.

Diketahui, Cina adalah negara importir batu bara terbesar ketiga di dunia. Tahun lalu, nilai impor batu bara Cina mencapai USD 18,9 milar. Hanya kalah dari Jepang USD 23,3 miliar dan India USD 23 miliar.

Negeri Tirai Bambu ini memang sedang menggalakkan produksi batu bara dalam negeri. Per Agustus 2020, produksi batu bara Shehua Energy tercatat 23,9 juta ton, naik 2,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara produksi Cina Coal Energy naik 9,3 persen menjadi 9,8 juta ton.

Sehingga, penurunan harga batu bara berdampak negatif terhadap kinerja ekspor Indonesia. Maklum, batu bara dan minyak sawit mentah/CPO adalah komoditas ekspor andalan.

Pada September 2020, nilai ekspor produk pertambangan tercatat USD 1,33 miliar, anjlok 35,97 persen secara tahunan. Sepanjang Januari-September 2020, nilainya adalah USD 14,07 persen atau jatuh 23,96 persen.

“Share pertambangan dalam ekspor Indonesia terus menurun. Ini karena harga batu bara mengalami penurunan yang cukup tajam,” Kepala BPS, ujar Suhariyanto dalam video daring, baru-baru ini.

Lanjut Kecuk, sapaan akrab Suhariyanto, ekspor Indonesia pada Agustus 2020 mencapai USD 13,07 miliar yang mengalami penurunan 4,62 persen dibandingkan Juli 2020 tercatat sebesar USD 13,70 miliar.

“(Penurunan) Ekspor migas hanya mencapai USD 0,61 miliar, sedangkan non migas USD 12,46 miliar,” katanya.

Adapun, kata Kecuk, posisi ekspor kumulatif Januari hingga Agustus mencapai USD 103,16 miliar yang mana mengalami penurunan 6,51 pesen dibandingkan tahun lalu di periode yang sama mencapai USD 110,35 miliar

“Permintaan yang melemah dan aktivitas ekonomi belum berjalan normal jadinya penurunan ekspor,” tukasnya. (mh)

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: