BERANDA DAKWAH

Isyarat Kematian dari Allah SWT Sejak 40 Hari Sebelum Ajal Tiba: Malaikat Maut yang Punya 70.000 Kaki

Isyarat Kematian dari Allah SWT Sejak 40 Hari Sebelum Ajal Tiba
ilustrasi : malaikat maut
     
Isyarat Kematian dari Allah SWT Sejak 40 Hari Sebelum Ajal Tiba: Malaikat Maut yang Punya 70.000 Kaki
Hajinews.id – Orang-orang tertentu akan diberi ilham dan diperlihatkan oleh Allah SWT mengenai ciri-ciri Ajal nya akan tiba dan Malaikat Maut akan mencabut Nyawa nya.

Ketika Ajal sudah tiba, tidak seorangpun yang mampu menghindar darinya.

Lari ke lubang semut hingga masuk lemari besi pun Malaikat Maut akan bisa mencabut Nyawa.

Untuk itu, bertaubatlah sebelum Ajal tiba, ketahuilah isyarat kematian dari Allah SWT sejak 40 hari jelang Ajal tiba, bersiaplah dengan amal ibadah serta amal kebaikan menjelang Malaikat Maut datang mencabut Nyawa.

Malaikat pencabut Nyawa dalam Islam adalah Malaikat Izrail

Nama Malaikat Izrail tidak pernah disebut dalam Alquran.

Walau begitu Malaikat Izrail selalu disebut dengan Malak al Mawt atau Malaikat Maut

Malaikat Izrail diciptakan oleh Allah SWT dalam keadaan yang serupa dengan malaikat Mikail baik wajahnya, ukurannya, kekuatannya, lisannya dan sayapnya.

Semuanya tidak kurang dan tidak lebih.

Dikatakan dia berwajah empat, satu wajah di muka, satu wajah di kepala, satu dipunggung dan satu lagi di telapak kakinya.

Dia mengambil nyawa para nabi dari wajah kepalanya, nyawa orang mukmin dengan wajah mukanya, nyawa orang kafir dengan wajah punggung dan nyawa seluruh jin dengan wajah tapak kakinya.

Dari kepala hingga kedua telapak kakinya berbulu Za’faran dan di setiap bulu ada satu juta muka di setiap satu juta muka mempunyai satu juta mata dan satu juta mulut dan tangan.

Ia memiliki 4.000 sayap dan 70.000 kaki, salah satu kakinya di langit ketujuh dan satu lagi di jembatan yang memisahkan Surga dan Neraka.

Setiap mulut ada satu juta lidah, setiap lidah boleh berbicara satu juta bahasa.

Diibaratkan, jika seluruh air di lautan dan sungai di dunia disiramkan di atas kepalanya, maka tidak setitik air pun akan jatuh melimpah, bayangkan betapa besar sosoknya.

Disebutkan pula, setelah seluruh makhluk hidup sudah dicabut nyawanya pada hari kiamat kelak dan makhluk yang tersisa tinggal malaikat Izrail.

Lalu Allah SWT menyuruhnya untuk mencabut nyawanya sendiri, demi melihat dahsyatnya sakarataul maut yang sedang terjadi terhadap dirinya.

Dia mengatakan “Ya Allah seandainya saya tahu ternyata pedih sekali sakaratul maut ini, tidak akan tega saya mencabut nyawa seorang mukmin”.

Subhanallah emang luar biasa ya meskipun dia menjadi sosok pencabut nyawa, tapi dia begitu lembut hatinya.

Ada kehidupan pasti ada Ajal dan satu hal ini pasti akan dialami semua manusia yang hidup.

Manusia mengalami roda kehidupan lahir, tua dan meninggal.

Ajal seseorang merupakan rahasia Illahi dan ketika saat itu tiba tidak ada satu manusia pun yang mampu menolaknya.

Kelahiran manusia akan membawa sukacita, sedangkan Ajal akan membawa kesedihan dan duka

Meskipun roda kehidupan tersebut diketahui dan disadari manusia, namun Ajal tetap meninggalkan kesedihan bagi yang tinggalkan.

Dilansir dari laman cahayamuslim.com berikut 15 isyarat kematian dari Allah SWT jelang Ajal tiba :

Isyarat kematian dari Allah SWT ketika Ajal seseorang tersebut terlihat dalam kurun waktu enam bulan sebelum Malaikat Izrail menjemput.

Berikut 15 Isyarat Kematian dari Allah SWT jelang Ajal Tiba dan Malaikat Maut akan Menjemput Nyawa :

1. Udara napas yang dihembuskan terasa dingin di telapak tangan.

Umumnya hembusan napas yang normal seseorang akan terasa panas/hangat ketika dihembuskan di telapak tangan.

Namun, hembusan napas ini justru sebaliknya terasa dingin/sejuk.

2. Dalam manik mata orang lain tidak bisa melihat bayangan kita sendiri.

Umumnya bayangan siapa saja bisa dilihat, tapi orang yang menjelang Ajal tidak akan bisa melihatnya.

3. Pelemahan pada empat anggota tubuh, empat anggota tubuh terasa nyeri tak tertahankan.

4. Warna tinja menjadi putih.

5. Gigi menjadi esktrim kering dan hitam.

6. Telinga menjadi lisut dan kusam.

7. Hidung menjadi miring.

8. Bisa melihat bintang pada siang hari, sedangkan orang lain tidak bisa melihatnya.

9. Mata tidak terasa silau ketika menatap matahari.

Tentu saja Matahari di siang hari, bukan matahari yang baru terbit dari ufuk timur, mata orang lain merasa silau.

Namun, ia bisa menatap matahari siang itu dengan tenang dan tidak menyilaukan matanya.

10. Air kencing menjadi asam.

Tercium aroma asam dari urinnya yang tajam menusuk.

11. Tidak bisa melihat bayangan sendiri.

Tidak peduli apakah di bawah pancaran sinar matahari, atau di bawah sinar bulan, tapi ia tidak bisa melihat bayangannya sendiri, tidak ada lagi bayangannya.

12.Garis-garis atau kerut di dahinya membengkak.

13. Muncul bintul-bintul merah di daerah di bawah pusar.

14. Pada titik Yongquan (terletak di 1/3 tengah kaki dari ujung atas) dan titik Yintang (terletak di batang hidung, pertengahan jarak ujung alis mata), terasa nyeri/sakit seperti ditusuk jarum.

Jika ada gejala seperti yang disebutkan pada nomor 13 dan 14, ini akan cukup fatal.

15. Emosional yang kerap berubah-ubah tidak menentu.

Fluktuasi (emosional) yang tidak biasa dan tanpa sebab yang jelas, tidak dapat mengendalikan diri.

Munculnya tanda-tanda ini, dimana salah satu diantaranya itu menyiratkan kemungkinan besar akan pergi selamanya dalam enam bulan ke depan, terutama nomor 13 dan 14, jika ada tanda-tanda seperti ini, maka usia hidup hanya akan berlangsung sekitar tiga hari di muka Bumi.

Tanda 40 Hari Sebelum Ajal Menjemput

Inilah beberapa tanda, lebih spesifik 40 hari sebelum kematian menjemput, seseorang akan mengalami tanda-tanda seperti dibawah ini seperti dikutip dari Eberita.org

Pertama: 40 hari menuju kematian

Tanda-tanda kematian ini juga muncul setelah masuk waktu asar, bagian pusat dari tubuh kita akan berdenyut.

Itu pertanda bahwa daun yang tertulis nama kita dari pohon yang terletak di Arshy Allah SWT.

Telah gugur.

Lalu Malaikat Maut mengambil daun tersebut dan segera membuat persiapan diantaranya mulai mengawasi kita setiap saat.

Dan sesekali Malaikat Maut menampakkan dirinya kepada orang yang akan dicabut Nyawanya dalam wujud manusia, dan seketika itu pula orang itu akan terasa terkejud dan bingung melihat Malaikat Maut.

Walaupun Malaikat Maut wujudnya hanya satu tapi atas izin Allah swt, Dia mampu mencabut Nyawa seseorang dalam waktu yang bersamaan.

Kedua: 7 hari ketika kematian akan datang

Tanda ini muncul setelah masuk waktu asar, tanda-tanda kematian ini hanya diberikan Allah swt Terhadap orang yang diuji Allah dengan Sakit, biasanya orang yang sedang sakit tak berselera makan, tiba-tiba ingin makan.

Ini merupakan isyarat dari Allah bahwa kematian memang benar-benar sudah dekat.

Ketiga: 3 hari, kematian diambang pintu.

Pada suatu saat akan terasa denyutan di tengah dahi kita, yaitu antara dahi kanan dan dahi kiri.

Jika tanda-tanda kematian ini dapat dirasakan maka sebaiknya berpuasalah kita setelah itu.

Supaya perut kita tak mengandung banyak najis, dan ini akan memudahkan orang lain utk memandikan jasad kita.

Setelah itu pula mata hitam kita tak bersinar lagi, dan bagi orang yg sakit, hidungnya perlahan akan masuk ke dalam, ini dapat terlihat jelas kalau dilihat dari sisi tubuh kita.

Telinga akan layu dan berangsur-angsur masuk ke dalam.

Tapak kaki tegak berangsur-angsur lurus ke depan dan sukar untuk ditegakkan lagi.

Keempat: Sehari sebelum kematian.

Tanda-tanda kematian ini juga terjadi setelah waktu ashar, kita akan merasakan denyutan di bagian ubun-ubun, ini menandakan kita sudah tak sempat lagi melihat waktu ashar di keesokan harinya.

Kelima: Tanda terakhir, Kematian Menghampirimu.!

Kita akan merasakan sejuk di bagian pusat, lalu turun ke pinggang dan akan terus naik ke bagian halkum.

Pada masa ini hendaknya kita sering beristighfar memohon ampun pada Allah, dan sering-sering membaca syahadat.

Menata hati, memfokuskan fikiran kita hanya kepada satu arah yaitu Allah SWT.

3 Isyarat Kematian sebelum Malaikat Maut mencabut Nyawanya.

Dikutip dari kabarmakkah.com, dalam kitab Irsyadul Ibad diceritakan bahwa Nabi Ya’qub AS sering bertanya pada Malaikat Maut.

Di antara salah satu pertanyaan itu adalah terkait dengan masalah kematian.

“Aku tahu bahwa tugasmu adalah mencabut Nyawa manusia.

Namun alangkah lebih baik jika engkau memberi isyarat padaku terlebih dulu sebelum menjemput Nyawaku nanti.” kata Nabi Ya’qub.

“Baiklah, kelak akan kukirim kepadamu dua atau tiga isyarat.”

Selang beberapa lama, Malaikat Maut datang kembali datang untuk menemui Nabi Ya’qub AS.

Nabi Ya’kub bertanya, “Apa kedatangan Saudara hanya untuk sekedar bertamu seperti biasanya?”

“Tidak, aku mau mencabut Nyawamu.” jawab Malaikat Maut.

“Bukankah dahulu aku pernah berpesan padamu agar mengingatkan aku sebelum kau mencabut Nyawaku?” kata Nabi Ya’qub karena kaget Nyawanya hendak dicabut.

“Sudah aku kirimkan kepadamu isyarat yang kau tunggu-tunggu itu, tak hanya satu bahkan tiga sekaligus: pertama, rambutmu yang sudah banyak memutih; kedua, tubuhmu yang sering melemah; dan ketiga badanmu yang sudah membungkuk. Itulah isyarat yang telah kukirimkan kepada semua manusia sebelum aku mendatangi mereka untuk kucabut Nyawanya,” jawab Malaikat Maut.

Begitulah cara Allah SWT memberikan peringatan kepada seluruh manusia dengan Ajal yang sudah mulai dekat. Karena tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. (QS. al-Anbiya’:35).

Namun, kebanyakan manusia lebih suka pura-pura untuk melupakannya.

Manusia mengakui tiga isyarat kematian tersebut, tetapi mereka sering menyalahinya dengan perbuatannya.

Manusia mengaku sebagai hamba Allah, tetapi kelakukannya terbalik dengan pengakuannya.

Mereka sering berkata Allah-lah yang memberinya rezeki dan mencukupi kebutuhannya.

Namun pikiran dan hati mereka terpenjara dengan keduniawian.

Mereka mengetahui bahwa kematian itu pasti akan menemuinya, namun lihatlah amal dan ibadah mereka.. seolah-olah mereka tidak akan pernah mati dan meninggalkan dunia fana ini.

Betapa banyak manusia yang mengaku dirinya adalah hamba Allah, namun perbuatannya tak sesuai dengan pengakuannya. Karena realitanya banyak diantara mereka yang menjadi hamba uang, hamba dunia, hamba jabatan, dan semisalnya.

Mulutnya sering berucap, “Aku adalah hamba Allah,” namun tangannya masih saja mengambil hak orang lain, mendzalimi dan merugikan orang lain, atau mungkin senang ‘menerima’ sesuatu yang tidak seharusnya dia terima.

Dengan petunjuk dan rahmat Allah, semoga kita bisa menata kembali kehidupan kita ke jalan yang lebih baik, Jalan yang telah dicontohkan Allah dalam Alquran dan Assunnah, sehingga sisa-sisa umur yang ada bisa kita gunakan dengan sebaik-baiknya.

Dengan semakin bertambahnya usia, semoga semakin bertambah pula ketaatan dan kualitas ibadah kita, bukan malah semakin bertambah dosa-dosa kita kepada-Nya.

Naudzubillah min dzalik.

Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh bahagia orang-orang yang panjang usianya lagi baik amal perbuatannya.” (HR Thabrani).

Wallahu A’lam.

Semoga kita meninggal dalam kalimat Laillahaillallah.

Sumber : Tribun Pekanbaru

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: