BERANDA BERITA DAKWAH DOA KITA UTAMA

Doa Rakyat yang Didzolimi oleh Pemimpinnya

Ilustrasi (via Pinterest).
   

Hajinews.id – Perbuatan aniaya atau biasa juga disebut zalim, merupakan perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah Ta’ala.

Dilansir dari mantasukabumi.com, aniaya dan zalim ialah salah satu dosa besar, dan para pelaku aniaya dan zalim kelak di alam abadi akan memperoleh azab yang sangat pedih.Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ? أُولَ?ئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Sesungguhnya dosa besar itu atas orang-orang yang telah berbuat zalim kepada insan dan telah melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka akan menerima azab yang pedih”. [QS. Asy-Syura :42]

Hal ini sering terjadi dikalangan para pejabat atau pemerintah yang menganiaya atau mendzolimi dengan keputusan atau aturan yang menyusahkan rakyat.

Padahal hal itu di tentang keras oleh Rasulullah, bahkan ada doa yang dikhususkan untuk para pejabat atau pemimpin yang dzolim.

Sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Ya Allah, siapa saja yang memimpin atau mengurus urusan umatku ini, yang kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah dia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia.” (HR. Muslim no. 1828)*

Hadits ini menunjukkan pembelaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada umatnya dan kepada para pejabat yang berbuat baik kepada umatnya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendoakan kebaikan bagi mereka. Betapa beruntungnya mereka.

Imam Ibnu Al Malak Rahimahullah menjelaskan makna doa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam : “Yaitu sayangilah dan mudahkanlah mereka.” (Syarh Al Mashabih, 4/257).

Hadits ini juga menunjukkan sikap tegas Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada mereka yang menyusahkan umatnya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendoakan keburukan bagi mereka, betapa meruginya mereka.

Imam Ibnu Al Malak Rahimahullah menerangkan makna doa buruk tersebut: “Yaitu persulitlah urusan mereka (yang menyulitkan manusia) dan antarkanlah kesempitan hidup kepada mereka.” (Ibid)

Imam an Nawawi Rahimahullah mengatakan: “ Ini termasuk hadits yang paling tajam larangan keras mempersulit urusan manusia, dan dorongan yang paling besar dalam bersikap lembut kepada mereka, dan banyak hadits dengan makna seperti ini.” (Syarh Shahih Muslim, 6/299).

 

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: