BERANDA BERITA EKONOMI POLITIK UTAMA

Usai Salat Jumat, 6.000 Mahasiswa Kepung Istana Negara

Ilustrasi mahasiswa menolak UU Cipatker di DPRD Sumsel. Foto: Dok Detik.com/Raja Adil
   

Jakarta, Hajinews.id – Mahasiswa kembali akan menggelar aksi demonstrasi menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Sekitar 6.000 ribu mahasiswa akan turun mengepung Istana Negara, Jakarta Pusat, hari ini, usai salat Jumat (16/10/2020).

Agenda hari ini, masih tetap sama, yakni mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Udang-Undang (Perppu) untuk membatalkan UU Ciptaker.

“Sekitar 6.000 mahasiswa akan turun. Baru datang dari wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Tuntutannya masih sama dengan kemarin, kami tetap mendesak presiden untuk mengeluarkan Perppu,” ujar Anggota Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Andi Khiyar, Kamis (16/10/2020).

Dalam aksi nanti, Andi meminta seluruh massa aksi untuk memperhatikan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, seperti menggunakan masker, face shield, membawa hand sanitier, dan obat-obatan pribadi.

Sebelumnya, gelombang penolakan UU Ciptaker telah terjadi tiga hari sejak disahkan pada 6-8 Oktober 2020. Aksi massa ini berujung ricuh oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dalam aksi tersebut, berbagai elemen masyarakat sipil mulai dari pelajar, mahasiswa, tokoh masyarakat, buruh, tokoh agama, hingga akademisi secara tegas menyatakan sikap menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnowo Yoga mengatakan, untuk mengantisipasi gerakan massa penolakan UU Ciptaker, pihaknya melaukan penutupan akses jalan, seperti di Jalan Medan Barat, Harmoni, Veteran 3, dan belokan Gambir menuju Istana Negara.

“Sifatnya situasional, mengikuti kondisi di lapangan,” ujar Sambodo. (mh)

 

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: