BERANDA BERITA CORONAVIRUS UTAMA

MUI Kawal Kehalalan Vaksin Covid-19

Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto: Dok Pixabay
   

Jakarta, Hajinews.id – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengawal kehalalan vaksi Covid-19. Diketahui, saat ini sejumlah perusahaan dari berbagai dunia tengah menggenjot pembuatan vaksin Covid-19, dan MUI akan memantau vaksin itu yang akan masuk di Indonesia.

“Saya sudah minta dilibatkan, dari mulai perencanaan, pengadaan vaksin, kemudian pertimbangan kehalalan vaksin,” ujar Ma’ruf Amin dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (16/10/2020).

Ketua MUI itu mengungkapkan, saat ini MUI tengah memantau langsung perusahaan vaksin di Cina. Lalu kemudian, setelah dipastikan halal, maka MUI mengeluarkan sertifikasi halal.

“Walaupun tidak halal secara darurat. Tapi dengan penetapan oleh lembaga, bahwa iya ini boleh menggunakan karena keadaannya darurat,” terang Ma’ruf.

Dalam agama Islam, kata Ma’ruf Amin, imunisasi merupakan bagian upaya dari berobat dalam bentuk mencegah atau disebuat ikhtiar.

Sementara itu, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi (KPCPEN) Airlangga Hartarto meyakini imunisasi Covid-19 nantinya bisa membantu untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Melalui pemberian vaksin adalah kunci pemulihan ekonomi.

“Dan optimisme itu dampak positifnya dua, yaitu terhadap penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi,” katanya.

Begitu imunisasi dilakukan, kata dia, masyarakat diperkirakan bisa memiliki kekebalan tubuh atas suatu penyakit, lalu terbentuklah kekebalan kelompok atau herd immunity. Kekebalan kelompok ini menjadi modal penting untuk memulihkan ekonomi.

“Sehingga yang terlihat adalah optimisme bahwa di tahun 2021 nanti dengan mulainya imunisasi, perekonomian Indonesia akan tumbuh 4,5 – 5,5 persen,” katanya.

Adapun, Ketua Umum Golkar ini menyebutkan sebanyak 30 juta dosis vaksin akan diterima Indonesia pada kuartal IV/2020. Jumlah vaksin itu berasal dari Sinovac, Sinopharm, dan Astra Zeneca. Pemerintah sendiri telah mengorder 50 juta vaksin dari Astra Zeneca dan sekarang telah berangkat untuk pemesanan pertama. (mh)

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: