BERANDA BERITA HUKUM POLITIK UTAMA

Jika Ditangkap, Din Syamsuddin Sudah Siapkan Koper

Presidium KAMI, Din Syamsuddin. Foto: Dok Instagram
   

Jakarta Hajinews.id – Delapan petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) telah menjadi tersangka dan kini ditahan polisi. Lalu, apakah penangkapan ini akan berlanjut? Bagaimana dengan tokoh-tokoh KAMI lainnya, seperti Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, dan lain-lainnya.

Para petinggi KAMI diringkus karena diduga melakukan aktivitas di media sosial yang diduga menjadi salah satu penyebab demontrasi menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker), selama tiga hari 6-8 Oktober 2020, yang berujung kericuhan.

Mereka ditangkap di Jakarta dan Medan. Para tersangka yang berada di barisan depan tersebut di antaranya Ketua KAMI Medan Khairi Amri (KA), dan petinggi KAMI Syahganda Nainggolan (SN), Jumhur Hidayat (JH) dan Anton Permana (AP).

Tersangka lainnya, yaitu Novita Zahara S (NZ), Wahyu Rasasi Putri (WRP), Kingkin Anida (KA) dan Deddy Wahyudi (DW).

Lalu apakah Din Syamsuddin sudah siap jika sewaktu-waktu ditangkap karena diduga sebagai dalang dalam aksi tolak UU Ciptaker baru-baru ini? “Insya Allah,” kata Din, baru-baru ini.

Kemudian, Mantan Ketua Umum PP Muhammdiyah itu menegaskan tidak gentar jika ditangkap aparat kepolisian.

“Alhamdulillah saya sudah selesai dengan dunia. Karena perjuangan ini diniatkan lillah. Maka saya bertawakkal ‘alallah. Saya sudah siapkan koper berisi pakaian, al-Quran dan beberapa buku, jika suatu waktu saya ditangkap bahkan ditahan,” ujarnya, Jumat (16/10/2020).

Profil Sosok Din Syamsuddin

Din Syamsuddin adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 2005-2010 dan 2010-2015. Pada periode sebelumnya (2000-2005), Din Syamsuddin telah menjadi salah satu anggota PP Muhammadiyah. Dia juga adalah Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah tahun 1989-1993.

Pasca-Muktamar Ke-47 di Makassar tahun 2015, dia tak lagi duduk di PP. Tapi kemudian mendirikan dan memimpin Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, periode 2015-2020.

Meski kini ‘hanya’ sebagai Ketua PRM Pondok Labu, tetapi posisi Din Syamsuddin masih melekat kuat di hati warga Muhammadiyah se-Indonesia. Apalagi dia sampai saat ini masih intensif menyapa warga Muhammadiyah.

Sebelum pandemi Covid-19, alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo itu berkeliling ke berbagai daerah untuk menghadiri undangan berceramah. Di masa pandemi pun dia masih aktif menyapa mereka melalui media daring dalam bentuk pengajian dan webinar.

Selain sebagai tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin adalah tokoh bangsa. Saat ini dia menjabat sebagai ketua di berbagai lembaga penting dan berpengaruh. Dia adalah Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Din juga pernah menjadi Ketua MUI tahun 2014-2015 dan Wakil Ketua MUI tahun 2005-2014.

Din Syamsuddin juga adalah Ketua Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) yang rutin mengkaji masalah-masalah straregis nasional. Dia juga mendirikan dan membina Pengajian Orbit yang banyak diikuti para artis.

Di kancah internasional, Din Syamsuddin juga memegang beberapa ketua organisasi. Di antaranya, Ketua Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC); Presiden Moderator Asian Conference of Religions for Peace (ACRP) atau Organisasi Tokoh-Tokoh Agama Se-Asia, dan hairman, World Peace Forum (WPF).

Dengan posisi dan kapasitas intelektualnya itu Din Syamsuddin berulang-kali mengikuti berbagai konferensi internasional, terutama untuk mengenalkan Islam Indonesia dan mendialogkan perdamaian dan kerja sama antaruma beragama.

Tak heran jika Presiden Joko Widodo pernah mengangkatnya sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban (UKP-DKAAP) sebelum mengundurkan diri pada 21 September 2018. (mh/diolah berbagai sumber)

 

Facebook Comments

Tambah Komentar

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: