BERANDA DAKWAH USTADZ

Yahudisasi Tanah Arab dan Poros Moqawamah

Yahudisasi Tanah Arab dan Poros Moqawamah
     

Yahudisasi Tanah Arab dan Poros Moqawamah

Oleh Ustadz Husin Shahab

Semua orang tahu bahwa Israel adalah anak emasnya Amerika. Permusuhannya dengan Poros Muqawamah yang terdiri dari Iran, Syria, Lebanon, (sebagian Irak) dan Yaman adalah semata-mata untuk menyelamatkan Israel dari perlawanan bangsa arab dan ummat Islam secara umum.

Segala bentuk dukungan terhadap Israel & Amerika. Baik dukungan politik seperti veto Amerika di PBB atas apapun resolusi yang merugikan Israel; ekonomi seperti bantuan dana minimal 3 miliar dolar setiap tahun ke Israel; militer dengan memberikan seluruh persenjataan yang paling canggih; sampai pada tekanan-tekanan kepada negara arab untuk berdamai dengan Israel dan mengakuinya sebagai negara yahudi dan melupakan hak-hak bangsa Palestina yang dirampas.

Pada tanggal 15 september 2020 yang baru lalu Amerika menjadi tuan rumah acara penanda tanganan perdamaian antara Israel dan UAE (United Arab Emiretes) dan Bahrain. Trump bahkan menyatakan dalam waktu dekat akan ada empat negara arab lain yang akan menyusul. Kemungkinan empat negara yang dimaksudkan tersebut adalah Oman, Sudan, Maroko dan Saudi Arabia.

Perlu dicatat baik-baik, nama kesepakatan  normalisasi antara Israel dan UAE secara resmi disebut Abraham Accords Peace Agreement.

Pertanyaannya kenapa Trump dan Netanyahu sengaja menggunakan nama Abraham dalam perjanjian normalisasi kali ini. Dan kenapa acara itu juga dilakukan pada tanggal 15 september?

Ternyata penggunaan nama Abraham adalah sebagai sebuah simbol sekaligus agenda besar bangsa yahudi yang ingin mengembalikan semua anak-anak Ibrahim dari putranya Ishak dan Ya’qub (bangsa yahudi) ke tanah arab sebagaimana keberadaan bangsa yahudi dahulu sebelum Islam.

Pemilihan tanggal 15 september karena itu bertepatan dengan malam tahun baru Ibrani. Lengkap sudah simbolisasi keyahudiaannya. Sementara dua pimpinan negara arab tersebut hanya menebar senyum layaknya orang idiot di antara para penipu ulung.

Kushner, penasehat sekaligus mantu Trump dalam wawancara dengan CNN pada tanggal 15 september saat menjelang acara penanda tanganan itu mengatakan bahwa “kita akan menyaksikan sebuah timur tengah yang baru. Dan itu tidak akan lama lagi.”

Apa maksudnya dari Timur Tengah yang baru?

Orang-orang Yahudi (Israel) akan kembali berada di seluruh tanah arab dan menjadi tuan di kalangan bangsa arab.

Secara historis memang bangsa yahudi pernah berada di tanah arab. Mereka terdiri dari tiga kelompok. Peetama, Yahudi dari Bani Israel yang melahirkan yahudi Bani Qainaqa’ di Yatsrib; yahudi dari Bani Ismael yang melahirkan yahudi Ghatfan dan Kananah serta yahudi dari Kabilah Saba’ dan Humair yang melahirkan Dzu Raidan.

Di zaman Nabi ada 7 kabilah yahudi yang masuk Islam sep Bani Auf, Bani Najjar, Bani Harits, Bani Sa’idah, Bani Aus, Bani Tsa’labah dan Bani Jasym. Dan ada 3 kabilah yahudi yang tetap bertahan dengan agama yahudinya. mereka adalah Bani Qainaqa’, Bani Nadhir dan Bani Quraidhah walaupun sebagian dari mereka masuk Islam.

Agenda yahudi zionisme yang besar adalah menguasai kembali tanah arab yang kaya raya ini serta menjadi tuan dari bangsa arab yang merupakan icon dari ummat Islam.

Pada acara penanda tanganan tersebut Trump berpidato yang antara lain berkata: “Setelah bbrp dasawarsa konflik dan perang, malam ini kita merayakan terbitnya fajar timur tengah yang baru. Di sini kita melakukan perobahan perjalanan sejarah.

Netanyahu, sebelum menyampaikan ucapan selamatnya pertama-tama dia awali dengan mengutip sebagian ayat dalam kitab Taurat berikut: ” Ketika Tuhan menampakkan diriNya kepada Sulaiman saat ia telah menyelesaikan pembangunan Sinagog  Tuhan berkata, “Aku telah dengar doamu dan sujudmu di hadapanKu. Kau telah sucikan Rumah yang kau bangun demi melestarikan namaKu untuk selamanya. MataKu dan hatiKu berada di sana setiap hari. Apabila kau berjalan sep ayahmu Daud berjalan dengan hati yang damai dan kau menjalankan perintahKu maka Aku akan bangunkan singgasana kerajaanmu atas bangsa Israel selamanya.”

Netanyahu sebenarnya mendeklarasikan suatu hal yang penting di hadapan dunia dan khususnya dunia arab bahwa kerajaan Sulaiman, (bukan hanya negara Israel) akan kembali berdiri.

Bersiap-siaplah bangsa arab untuk menjadi hamba dan hina di hadapan zionisme Israel.

Saya yakin hanya Poros Muqawamah yang akan bisa menggagalkan agenda Timur Tengah baru ala Trump dan pengkhianat-pengkhianat arab.

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: