BERANDA KOLOM OPINI

Zero Moment Of Truth

Zero Moment of Truth
Firman Cecak
     

Zero Moment Of Truth

Oleh : Firman Cecak

Seorang lbu yang sedang mengantar anaknya ke sekolah memper hatikan iklan susu cair brand terbaru di billboard sembari menunggu kemacetan. Sepulangnya dari sekolah, ia mampir ke supermarket terdekat dan kebetulan melihat brand susu cair tersebut di rak dan akhirnya membeli.

Seorang mahasiswa sedang asyik browsing di forum online tentang gadget yang lagi tren. la melihat komentar dan ulasan dari orang- orang yang telah memakainya, mengecek iklannya di Youtube, juga mampir ke beberapa toko online untuk cek harga. Saat weekend, ia mampir ke toko yang menjual gadget yang ia lihat-lihat sebelumnya di media online, dan kebetulan harganya pas. Akhirnya, ia membeli produk tersebut.

Seorang Bapak sedang bermaksud mencari sebuah motor. Melihat teman-teman sekantornya banyak yang menggunakan satu brand motor tertentu, ia jadi tertarik. Dia sendiri sebenarnya sudah punya preferensi brand tertentu, tapi karena istrinya tidak suka modelnya, ia memutuskan tidak jadi membeli brand yang ia suka.

Sebagai salah satu pelopor digitalisasi di dunia, Google menemukan adanya moment of truth baru yang terjadi pada saat seseorang belum terlibat di proses pembelian. Momen ini dikenal dengarn nama Zero Moment of Truth atau ZMOT. ZMOT berada pada fase setelah seseorang menerima stimulus tentang suatu produk atau brand dan sebelum keputusan pembelian dilakukan (FMOT). ZMOT bisa terjadi melalui media apa pun, seperti pencarian melalui search engine, conversation dengan keluarga dan teman, perbandingan produk secara online, product review, informasi dari website brand, dan komentar-komentar orang di social media.

Saat ini, muatan informasi mengenai brand bisa datang dari mana saja. Tidak hanya semata-mata dari iklan TV billboard, word-of- mouth, dan lain-lain. Bukan cuma satu media, tetapi bisa kombinasi dari banyak media. Semakin banyak informasi yang diterima, maka seseorang akan makin penuh pertimbangan dalam memilih suatu brand Informasi yang diterima juga tidak lagi hanya berasal dari brand yang bersangkutan, tetapi juga dari orang lain yang membicarakan brand di berbagai media ofline dan online. Saking banyak nya ada istilah flood of information di mana terjadi luapan informasi yang masuk ke pikiran customer.

Kemunculan ZMOT membuat customer path tidak sesederhana masa lampau, yaitu stimulus, shelf (FMOT), dan usage (SMOT).

Fase antara stimulus dan shelf justru dapat memengaruhi keputusan seseorang untuk membeli produk. Apa yang menjadi sumber ZMOT? Sebagian besar adalah SMOT. Artinya orang yang telah memiliki pengalaman menggunakan produk adalah sumber informasi untuk orang yang belum memutuskan membeli. ZMOT inilah yang akan menjadi penguat atau pelemah stimulus yang diterima seseorang.

Facebook Comments

Tambah Komentar

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: