BERANDA BERITA CORONAVIRUS UTAMA

Rocky: Anies Dianggap Istana Lebih Berbahaya daripada Covid-19

gubernur anies baswedan tetap berlakukan PSBB ketat
Anies Baswedan (dok)
 

JAKARTA, hajinews.id – Langkah-langkah strategis Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menangani pandemi Covid-19 selama ini dinilai berhasil. Bahkan berdasarkan hasil lembaga survei Indikator Politik Indonesia beberapa waktu lalu, Anies tertinggi dalam keberhasilan penanganan Covid-19.

Sebalik, pemerintah pusat selama menangani pandemi banyak mendapat sorotan negatif dari berbagai kalangan dan dinilai gagal. Anggota Komisi V DPR RI Syahrul Aidi Ma’azat, misalnya. Ia menilai langkah pemerintah menerapkan protokol new normal menandakan ketidakberdayaan dan kegagalan negara menanggulangi pandemi Covid-19.

Meski Anies dinilai berhasil dalam menangani pandemi di ibu kota, namun kalangan Istana malah menyudutkan Anies. Misalnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang baru-baru ini komplain atas keputusan Anies yang kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat.

Pengamat dan filsuf dari Universitas Indonesia Rocky Gerung mencermati hal tersebut. Ia menuding pihak Istana saat ini berupaya ‘mematikan’ Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Bahkan saking bernafsunya, menurut Rocky, hingga melupakan tugasnya mematikan virus Covid-19.

“Anies itu dianggap lebih berbahaya daripada virus Covid-19 makanya Istana berusaha ‘mematikannya’. Caranya dengan mengepung Anies seperti yang dilakukan baru-baru ini terkait pemberlakuan PSBB di Jakarta,” kata Rocky dalam kanal YouTube miliknya, Rabu (16/9/2020).

Rocky mengingatkan kalangan internasional sudah memberikan rapor buruk buat Indonesia dalam penanganan Covid-19. Hal tersebut karena pemerintah pusat dinilai tidak serius dan juga keliru dalam menangani pandemi.

Menurut Rocky berbeda dengan Anies yang sangat mendengarkan masukan para saintis. Setiap kebijakan Anies selalu berpijak pada data-data saintis itu. “Kalau Istana enggak begitu caranya. Mereka hanya melihat perkembangan COVID-19. Kalau COVID-19 menyenangkan (kurva turun), kebijakannya diambil. Giliran COVID-19 ngambek, kebijakannya berubah lagi,” ujar Rocky mengkritik.

Rocky menegaskan, kebijakan yang berubah-ubah ini lantaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mau mendengarkan masukan para ahli sejak wabah ini pertama kali diketahui muncul di Tanh Air. Akibatknya, bukan hanya rakyat yang bingung tapi para menterinya juga ikutan bingung.

Menurut Rocky, seringnya Jokowi mengubah kebijakan terkait penanganan Covid-19, akan membuat sejumlah menteri yang masih punya akal sehat gerah. Dia memprediksikan tidak lama lagi ada tiga atau empat menteri yang akan sadar.  “Lihat saja nanti, setelah Buya Syafii, akan ada 3-4 menteri yang siuman. Bisa saja Mahfud MD, Sri Mulyani, dan beberapa lagi. Ini cuma prediksi saya,” ujar Rocky. (rah)

Facebook Comments

Tambah Komentar

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: