BERANDA DAKWAH UTAMA

Terjerumus dalam Zina, Haruskah Dinikahkan?

 

HAJINEWS.ID – Tak sedikit perempuan terjerumus urusan perzinaan karena pergaulan. Mereka pun harus menanggung risiko hamil di luar nikah dan tentu meminta tanggung jawab kepada laki-laki yang jadi calon ayah anaknya.

Lalu muncul pertanyaan apakah perempuan yang terjerumus zina akan mulia jika menikah dengan laki-laki yang telah menggaulinya?

Dilansir dari YouTube Buya Yahya, di zaman sekarang urusan perzinaan mudah dilakukan oleh banyak wanita dan pria, karena sarana-sarana juga mudah didapatkan.

Maka sebelum semuanya terlampau jauh mintalah kepada Allah SWT, agar dijauhkan dari perbuatan tercela tersebut. Kalau sudah ada gejala seperti menjerumus kepada perzinaan, ingat pintu halal terbuka lebar. Jangan sampai Anda salah jalan.

Anda harus menghindari zina dari dalam diri, zina hina di keluarga, zina dari keturunan, juga zina hidupnya di dunia dan akhirat. Kalau Anda tidak bertaubat, maka Anda akan terus melakukan perzinaan.

Lalu jika wanita berzina, apakah ia baiknya menikah dengan laki-laki yang menzinahinya? Mari simak lebih lanjut ulasannya.

Karena sama-sama berzina dengan alasan khilaf, laki-laki dan perempuan harus bisa menjaga aibnya. Ubah pemikiran untuk menjaga rahasia itu. Selain itu, kaum laki-laki juga hendaknya berpikir. Apabila ia berzina dengan seorang perempuan dan mereka berzina dengan banyak laki-laki, tidak perlu untuk dipertahankan.

Dengan begitu, pernikahan antara wanita dan laki-laki yang berzina boleh dilangsungkan. Tetapi kalau ada tanda-tanda dari lelaki yang justru melakukan hal tidak baik, maka tidak perlu diadakannya pernikahan. Walaupun ia sudah terlanjur mengandung seorang bayi.

Bukan saja dari pasangan yang hendak menikah, pun dengan orangtuanya. Sebelum memutuskan untuk menikahkan anak-anak yang terjerumus perzinaan harus dipikirkan dengan matang.

Karena sejak dulu banyak masyarakat yang menganggap bahwa engkau yang melakukan, maka engkau juga yang bertanggung jawab. Dalam hal ini, peran orangtua sangatlah vital.

Dengan terus memberikan motivasi dan menjauhkan orang yang terlah menodai putrinya, akan menjaga kemuliaan dari sang putri tersebut. Restu orangtua juga penting sebelum menikahkan anaknya.

Jangan sampai orangtua malah menjatuhkan kepercayaan diri dari sang anak, kemudian tidak menganggap bahwa lelaki itu yang melakukan harus bertanggung jawab. Karena apabila mereka dijodohkan, bukan tidak mungkin akan terjadinya keretakan dalam rumah tangga dari sang anak tersebut. (*)

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: