BERANDA DAKWAH MUTIARA HIKMAH

Hikmah Malam: Gengsi Jauhkan dari Kebenaran

 

HAJINEWS.ID,- Allah Swt berfirman :
Allah Swt berfirman :

وَجَحَدُواْ بِهَا وَٱسۡتَيۡقَنَتۡهَآ أَنفُسُهُمۡ ظُلۡمٗا وَعُلُوّٗاۚ فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُفۡسِدِينَ

“Dan mereka mengingkarinya karena kezhaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS.An-Naml:14)

Seringkali kita merasa aneh dan lucu ketika melihat pola pikir orang yang congkak dan sombong. Mereka mengingkari kebenaran walaupun ia meyakini dan menyaksikan secara jelas bahwa hal itu memang sebuah kebenaran.

Masalahnya sebenarnya simpel, mereka mengingkari kebenaran karena tidak mau berada di bawah siapapun, tidak mau di dahului oleh kelompok lain dan tidak rela mendapatkan perintah dari siapapun.

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَوۡ كَانَ خَيۡرٗا مَّا سَبَقُونَآ إِلَيۡهِۚ وَإِذۡ لَمۡ يَهۡتَدُواْ بِهِۦ فَسَيَقُولُونَ هَٰذَآ إِفۡكٌ قَدِيمٌ

Dan orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, “Sekiranya Al-Qur’an itu sesuatu yang baik, tentu mereka tidak pantas mendahului kami (beriman) kepadanya.” Tetapi karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata, “Ini adalah dusta yang lama.” (QS.Al-Ahqaf:11)

Coba bayangkan begitu jahatnya kesombongan yang bersarang di dalam hati. Kebenaran yang gamblang di depan mata rela dia tinggalkan demi gengsi sesaat. Cahaya kebenaran sebenarnya telah tertanam dalam hati mereka namun terkubur oleh hawa nafsu dan kesombongan.

Setiap kali bukti kebenaran itu datang, maka lisan mereka dengan cepat mencerca dan menyerang bukti-bukti tersebut walau sebenarnya hati mereka meyakini akan kebenarannya. Sungguh betapa meruginya mereka menjual kebenaran demi gengsi dan kesombongan diri semata.

Karena itu, pelanggaran pertama yang dilakukan oleh Iblis ketika menolak kebenaran hanya disebabkan oleh kesombongan.

وَإِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ٱسۡجُدُواْ لِأٓدَمَ فَسَجَدُوٓاْ إِلَّآ إِبۡلِيسَ أَبَىٰ وَٱسۡتَكۡبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir. (QS.Al-Baqarah:34)

Semoga kita terhindar dari penyakit-penyakit hati yang menjauhkan dari kebenaran.
وَجَحَدُواْ بِهَا وَٱسۡتَيۡقَنَتۡهَآ أَنفُسُهُمۡ ظُلۡمٗا وَعُلُوّٗاۚ فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُفۡسِدِينَ

“Dan mereka mengingkarinya karena kezhaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS.An-Naml:14)

Seringkali kita merasa aneh dan lucu ketika melihat pola pikir orang yang congkak dan sombong. Mereka mengingkari kebenaran walaupun ia meyakini dan menyaksikan secara jelas bahwa hal itu memang sebuah kebenaran.

Masalahnya sebenarnya simpel, mereka mengingkari kebenaran karena tidak mau berada di bawah siapapun, tidak mau di dahului oleh kelompok lain dan tidak rela mendapatkan perintah dari siapapun.

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَوۡ كَانَ خَيۡرٗا مَّا سَبَقُونَآ إِلَيۡهِۚ وَإِذۡ لَمۡ يَهۡتَدُواْ بِهِۦ فَسَيَقُولُونَ هَٰذَآ إِفۡكٌ قَدِيمٌ

Dan orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, “Sekiranya Al-Qur’an itu sesuatu yang baik, tentu mereka tidak pantas mendahului kami (beriman) kepadanya.” Tetapi karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata, “Ini adalah dusta yang lama.” (QS.Al-Ahqaf:11)

Coba bayangkan begitu jahatnya kesombongan yang bersarang di dalam hati. Kebenaran yang gamblang di depan mata rela dia tinggalkan demi gengsi sesaat. Cahaya kebenaran sebenarnya telah tertanam dalam hati mereka namun terkubur oleh hawa nafsu dan kesombongan.

Setiap kali bukti kebenaran itu datang, maka lisan mereka dengan cepat mencerca dan menyerang bukti-bukti tersebut walau sebenarnya hati mereka meyakini akan kebenarannya. Sungguh betapa meruginya mereka menjual kebenaran demi gengsi dan kesombongan diri semata.

Karena itu, pelanggaran pertama yang dilakukan oleh Iblis ketika menolak kebenaran hanya disebabkan oleh kesombongan.

وَإِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ٱسۡجُدُواْ لِأٓدَمَ فَسَجَدُوٓاْ إِلَّآ إِبۡلِيسَ أَبَىٰ وَٱسۡتَكۡبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir. (QS.Al-Baqarah:34)

Semoga kita terhindar dari penyakit-penyakit hati yang menjauhkan dari kebenaran. (*)

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: